Obsesinya kepada kebangkitan negeri . Orientasinya pada peran nurani : karakter manusia yang dekat dengan keimanan.
Rahman Arge adalah politisi, jurnalis, dan seniman yang menekankan pentingnya sikap tulus dan jujur dalam menyampaikan opininya.
Dari petualangannya keberbagai penjuru dunia - Praha, Sungai Volga, Tembok Besar China, juga istana Alhambra hingga ke Hiroshima - serta kepeduliannya kepada nasib rakyat jelata di Tanah Air, ia menorehkan kebijaksanaan dalam buku ini. Juga pembelajaran dari kiprah tokoh-tokoh terkenal, mulai dari Tjut Nyak Dien, Robert Wolter Monginsidi, nelson Mandela, Anwar Ibrahim, dan Bung Karno.
Download eBook Gratis Permainan kekuasaan 200 kolom - Rahman Arge [Click Here]
Review : Dalam bukunya, Rousseau berpendapat bahwa dalam mendirikan negara dan masyarakat kontrak sosial sangat dibutuhkan. Namun, Rousseau berpendapat bahwa negara dan masyarakat yang bersumber dari kontrak sosial hanya mungkin terjadi tanpa paksaan. Negara yang disokong oleh kemauan bersama akan menjadikan manusia seperti manusia sempurna dan membebaskan manusia dari ikatan keinginan, nafsu, dan naluri seperti yang mencekamnya dalam keadaan alami. Manusia akan sadar dan tunduk pada hukum yang bersumber dari kemauan bersama. Kemauan bersama yang berkwalitas dapat mengalahkan kepentingan diri, seperti yang menjadi pokok permasalahan pemikiran Hobbes.
Konsep pertama Rousseau tentang negara adalah hukum (law). Rousseau menyebut setiap negara yang diperintah oleh hukum dengan Republik, entah bagaimanapun bentuk administrasinya. Selanjutnya, badan legislatif (the legislator) yang “maha tahu” membuat dasar aturan/ hukum namun sama sekali tidak memiliki kekuasaan memerintah orang. Menurutnya, kekuasaan legislatif harus di tangan rakyat sedang eksekutif harus berdasar pada kemauan bersama. Rakyat seluruhnya, dianggap sejajar dengan penguasa manapun, mengadakan sidang secara periodik dan ini meminggirkan fungsi eksekutif. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat yang seperti ini sulit terjadi pada kota yang sangat besar.
Rousseau tidak membenarkan adanya persekutuan, termasuk partai yang menurutnya hanya berujung pada penyelewengan. Selain itu, menurutnya, negara jangan terlalu besar dan terlalu kecil dengan masalahnya masing-masing, disarankan sebesar polis.