Dibuku Supernova Edisi Petir kali ini, Supernova menceritakan tentang Elektra, gadis yang memiliki keunikan, karena senang menonton petir sejak masih kecil karena ia pernah tersambar petir. Ia tinggal bersama ayahnya, pemilik Wijaya Elektronik dan kakaknya, Watti. Setelah ayahnya meninggal, Elektra tinggal sendiri di rumah besar mereka yang bernama ‘Eleanor’. Sementara Watti harus ikut bersama suaminya ke Tembagapura, Papua. Elektra harus mengurus rumah ‘kosong’ itu.. membersihkannya.. sampai mengurus keuangan Wijaya Elektronik yang ternyata punya banyak piutang tak tertagih.
Di antara ‘sedikit’ rasa putus asa, Elektra tiba-tiba mendapat tawaran menjadi asisten dosen di STIGNA (Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional), yang membawanya bertemu dengan Ibu Sati, ketika sedang mencari perlengkapan untuk melamar ke STIGNA. Kekonyolan terjadi ketika Elektra mencari kuburan untuk meletakkan ‘surat lamaran’ dan berbagai perlengkapannya. Karena gagal meletakkan di kuburan manusia, Elektra malah menaruhnya di kuburan kucingnya, Kambing, yang terletak di rumah Omnya. Buntutnya, baru ketahuan kalau surat dari STIGNA hanyalah surat iseng. Dan Elektra harus menahan malu karena ketahuan Tantenya kalau ia percaya dengan urusan ‘gaib’ dan ‘mistis’.
Episode Supernova Edisi Akar ini menceritakan kilas balik kisah Bodhi sejak lahir hingga dewasa. Dalam supernova edisi akar ini, Bodhi yang terlahir yatim piatu, dibesarkan oleh penjaga vihara bernama Guru Liong di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Bodhi terbebani oleh kemampuan indra keenamnya yang terlampau kuat sampai-sampai ia frustrasi. Dengan berniat mencari “obat” atas takdirnya, Bodhi memilih keluar dari vihara saat usianya menginjak 18 tahun.
Petualangannya sebagai backpacker dimulai dari Medan hingga mendaratkannya di Bangkok. Di sana ia dipertemukan dengan Kell, seorang ahli tato yang membuka gerbang hidup Bodhi menuju aneka petualangan nakal sekaligus supernatural. Suatu hari, Kell mendadak hilang. Bodhi bertekad mencarinya, dan mereka bertemu lagi di Kamboja. Misi mereka berdua pun tuntas, namun tetap meninggalkan misteri tentang asal usul Bodhi. Bodhi kembali ke Indonesia, bergabung dengan komunitas punk yang dipimpin oleh Bong. Bodhi melanjutkan profesinya sebagai seniman tato dan penyiar radio gelap. Dalam setiap langkah, Bodhi terus mencari akar asal-usulnya. Kisah yang kental dengan nuansa Buddhisme ini sempat terpilih menjadi 10 Besar Khatulistiwa Award tahun 2003. AKAR juga menginspirasi banyak pembacanya untuk bertualang backpacking seperti Bodhi.
Ebook ini terdiri dari tiga buku dan termasuk tambahan tentang Bible FAQ, yang menarik untuk kita cermati dan pelajari . 3 Judul buku yang terdapat dalam ebook ini antara lain:
*Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri (berasal dari Jogjakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma) dan Alm. KH. Bahaudin Mudhary
*Debat Islam Kristen bertemakan Mensucikan Hari Sabat “Kontroversi Hari Sabat versi Islam – Kristen – Yahudi” oleh Insan Mokoginta (mantan Katolik)
*Dialog Islam Kristen oleh Wilson H. Guertin, Ph.D. dan Mohammad Jawad Chirri merupakan tanya-jawab dari seorang profesor yang bernama Wilson H. Guertin, Ph.D. sebagai seorang non-muslim –sang penanya– dengan Mohammad Jawad Chirri sebagai seorang muslim yang berusaha menjelaskan dari sisi pandang Islam.
* dan BIBLE:Frequently Asked Questions Jawaban-jawaban atas pertanyaan yang sering muncul dari orang Kristen melalui Kitab injil sendiri.Tulisan ini dimaksudkan sebagai paparan bahasa yang bermakna undangan (Da’wah) untuk orang-orang Kristen, dari sudut pandang (perspektif) Kitab Injil yang mereka miliki.
Buku ini menanggapi tulisan “Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal yang Esa” merupakan kumpulan tulisan Hamran Ambrie yang diterbitkan oleh Christian Center Nehemia Jakarta.
Untuk itulah buku ini kami tulis dalam bentuk tanya jawab untuk memudahkan umat Islam memahami fakta-fakta sejarah dari hasil penelitian para pakar Alkitab dan sejarawan Internasional yang terangkum didalamnya.
Penulis ingin menyatakan utang budi yang tak terhingga kepada para sejarawan, pakar Alkitab dan tokoh Kristen Internasional yang dengan jujur, berani mengungkapkan kebenaran walaupun kenyataan pahit harus mereka hadapi.
Penulis juga ingin menyatakan rasa hormat terutama kepada Uskup Agung Prof. Jenkins, Pemimpin Gereja tertinggi keempat di inggris, yang tidak takut kehilangan jabatan dengan menyatakan bahwa Kebangkitan Yesus dari kubur sesungguhnya tidak pernah terjadi; John Allegro, anggota tim penerjemah Naskah Laut Mati, yang dipecat karena mengumumkan naskah yang dianggap rawan dan dapat menggoncangkan keimanan umat Kristen; Rev. Dr. Charles Francis Potter, yang membuktikan dari Naskah Laut Mati bahwa Roh Kudus sebagai oknum yang disembah, tidak dikenal di zaman Yesus; Dr. Robert W. Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru dari Universitas Harvard bersama 74 pakar Alkitab lainnya yang dihujat umat Kristen Amerika dan dunia karena membuktikan bahwa hanya 18 persen ucapan Yesus dalam Alkitab yang diangap asli; Dr. Barbara Thierings Guru Besar Universitas Sydney Australia yang dihujat umat Kristen Australia karena dari hasil penelitiannya selama 20 tahun terhadap Naskah Laut Mati, menemukan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib; Prof. David Friedrich Strauss, yang dipecat seumur hidup sebagai guru besar agama Kristen, karena mengatakan bahwa Injil dalam Alkitab adalah campuran antara fakta, dongeng dan khayalan, dan masih ribuan lainnya yang tidak sempat disebutkan nama meraka satu-persatu, yang ikhlas dipecat atau dihujat umatnya hanya karena mengemukakan kenyataan yang bertentangan dengan keimanan Kristen.
Para Orientalis seperti Ignaz Goldziher (m. 1921), mantan mahasiwa al-Azhar, Mesir, Theodor Nildeke (m. 1930), Friedrich Schwally (m. 1919), Edward Sell (m. 1932), Gotthelf Bergstresser (m.1933), Leone Caentani (m. 1935), Alphonse Mingana (m. 1937), Otto Pretzl (m. 1941), Arthur Jeffery (m. 1959), John Wansbrough (m. 2002) dan muridnya Prof Andrew Rippin, serta Christoph Luxenberg (nama samaran), dan masih banyak lagi yang lain, membawa pandangan hidup mereka (world view) ketika mengkaji Islam.
Mereka mengadopsi metodologi Bibel ketika mengkaji al-Quran. Pendeta Edward Sell, misalnya, menyeru sekaligus mendesak agar kajian terhadap historisitas al-Quran dilakukan. Menurutnya, kajian kritis-historis al-Quran tersebut perlu menggunakan metodologi analisa bibel (biblical criticism). Untuk merealisasikan gagasannya, ia menggunakan metodologi higher criticism dalam bukunya Historical Development of the Quran, yang diterbitkan pada tahun 1909 di Madras, India.
Salah satu prinsip dasar ajaran Islam adalah beriman kepada segenap Nabi di seluruh dunia, suatu keimanan yang pada hakikatnya ialah sebelum datangnya Nabi Suci Muhammad saw., telah dibangkitkan para Nabi di berbagai bangsa. Perubahan besar dengan datangnya Nabi teragung bangsa Arab menyebabkan tugas Nabi nasional diambil alih oleh Nabi Besar Dunia, hal ini demi terciptanya tatanan baru untuk mempersatukan segenap umat manusia.
Keimanan kepada segenap Nabi di seluruh dunia yang menjadi dasar keimanan Islam tersebut tidak dipelajari oleh kebanyakan kaum Muslimin dalam hal perbandingan tingkat derajat di antara mereka, sebab perbandingan itu, kata mereka, bisa menimbulkan kebencian.
Kenyataannya, mereka merasa dilarang oleh Nabi sendiri untuk melakukan sesuatu yang tak ada gunanya agar masalah tersebut jangan sampai menimbulkan perdebtan yang memanas, mungkin hal itu bisa merendahkan derajat seseorang Nabi. Tapi Qur’an Suci menyatakan dengan kata-kata yang jelas bahwa di antara para Nabi itu ada berbagai tingkat derajat kemuliaan. Firman-Nya:
“Kami membuat sebagian Utusan itu melebihi sebagian yang lain” (2:253).
Karena itu perlu dinyatakan bahwa seseorang Nabi itu sudah tentu memiliki kelebihan dari yang lainnya, dan hal ini tidak bisa dikatakan sebagai suatu penghinaan. Sudah tentu para Nabi itu semuanya manusia sempurna yang dibangkitkan untuk memperbaiki umat manusia, tapi tak diragukan bahwa mereka memiliki keutamaan yang berbeda satu sama lain tergantung pada sifat pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka dan tergantung pula pada keadaan suatu kaum dimana mereka diutus ke sana. Dalam hal inilah, kami mengangkat permasalahan yang sering dikemukakan oleh kaum Kristen yang suka membandingbandingkan antara kebesaran Nabi Muhammad dengan Kristus, ini merupakan kewajiban yang penting untuk dikemukakan meskipun terasa berat, karena banyak kesimpulan dari Kitab Suci Islam yang kerap disalahgambarkan dan disalahmengertikan oleh mereka.
ini pasti kata-kata yang mungkin akan terlontar dari bibir anda setelah membaca isi buku ini.
sebuah buku yang keluar dari mainstream ideologi Islam dan Kristen. Namun sungguh sangat menarik sebab di sajikan secara ilmiah oleh seorang ahli sejarah berkebangsaan Francis bernama “Andreas Faber Kaiser”. Yang menyatakan bahwa Jesus (nabi Isa) Masih hidup di langit dan akan turun untuk yang kedua kali.
Namun Oleh buku ini, ideologi semacam itu dibantah secara ilmiah. Oleh Andreas Faber Kaiser Andreas Faber Kaiser (1944 – 1994) adalah penulis Barat yang pertama untuk menulis sebuah buku full-length pada subjek Yesus di Kashmir.
Buku itu berjudul, Yesus Meninggal di Kashmir: Yesus, Musa dan Hilang Sepuluh Suku Israel (1977: Gordon & Cremonesi). Buku ini permata, dan sekarang agak sulit ditemukan. Pada bulan Oktober 2005, Edaf Antillas menerbitkan edisi ketiga Kasier, Yesus Vivio Y Murio En Cachemira (Yesus Tinggal dan Meninggal di Kashmir), yang masih tersedia dalam bahasa Spanyol.
Yesus Meninggal di Kashmir – Luar biasa penemuan baru tentang kehidupan dan kematian Yesus Kristus
Buku oleh Andreas Faber Kaiser adalah salah satu teks ilmiah penting yang berkaitan dengan Yesus dalam teori India.
Bagian belakang buku berbunyi sebagai berikut: Mengejutkan BARU BUKTI TENTANG KEHIDUPAN YESUS KRISTUS
* Mengapa tidak ada Alkitab untuk mengatakan Yesus antara kelahiran dan usia dua belas? Dan antara usia tiga belas dan 29? * Mana dia menghabiskan tahun-tahun ini – dan apa yang dia lakukan? * Apakah dia memenuhi misi-Nya di bumi untuk mencari suku-suku Israel yang hilang? * Apakah Kristus benar-benar mati di kayu salib?
Andreas Faber-Kaiser telah mengumpulkan tubuh menangkap bukti untuk melemparkan cahaya baru pada pertanyaan-pertanyaan ini. Bukti ini mendukung konsep yang sama sekali baru Yesus. Sebagai contoh, di antara sekelompok orang yang tinggal di Kashmir hari ini menyebut ‘Bani Israel’ sendiri, penulis telah menemukan keturunan hidup Yesus dengan sebuah pohon keluarga lengkap menelusuri keturunan nya lebih dari 2000 tahun.
Dengan tenang dan persuasif, buku ini membahas temuan baru yang revolusioner dan teori-teori untuk mengungkapkan bagaimana Kristus selamat dari siksaan penyaliban, pergi Timur untuk menemukan ‘Bani Israel’ – dan menyelesaikan misinya di Bumi.
Review : Dipertengahan abad 20 atau pada tahun 1945 di bulan desember ada seorang Mesir bernama Muhammad Ali berjalan ke sebuah karang di pinggiran sungai Nile, di pedalaman Mesir dekat dengan wilayah Nag Hamadi, dia tanpa sengaja menemukan Gentong ( bejana tua ) yang nyata terlihat sangat kuno dan asli, dan di dalam gentong tersebut terdapat 13 lembar kulit berisi 50 risalah, terdapat judul teks yang telah ribuan tahun hilang yaitu : Peuaggelion Pkata Thomas, ( injil menurut thomas atau injil thomas ).
Misteri Naskah Laut Mati : Manuskrip Koptik berisikan Injil thomas berasal dari tahun 350 M, sementara fragmen Yunani berasal dari tahun 200 M, Injil Thomas ini diperkirakan dari tahun 100 M, edisi paling awal diperkirakan dari tahun 50 - 60 M. Perlu diketahui bahwasannya Injil thomas tidak berbentukcerita naratif seperti 4 injil lainnya, namun berisi perkataan-perkataan yesus ( Nabi ISA ), kalau di baca oleh muslim tampak seperti hadist - tapi tanpa sanad.Dengan penemuan arkeolog di Mesir tersebut, para sarjana yang berjumlah 75 sarjana bible terkemuka telah bersidang selama 6 tahun, dan keluarlah kajian yang berjudul "five Gospel" pada tahun 1993. dan semua pertanyaan akhirnya terjawab dalam sebuah kesimpulan yaitu bahwa dari Injil-injil yang ada sekarang ini hanya terdapat 18 % saja yang diperkirakan asli perkataan Nabi ISA, sementara sisanya .......? ( ALLAH lebih tahu dari segalanya ).
Misteri Naskah Laut Mati : Hasil kajian ini tentunya membuat geger dunia kristen, lain dari pada itu , dari 114 sabda yesus ( Nabi ISA) dalam injil thomas, tidak satupun ada pernyataan atau isyarat terhadap doktrin "Penyalipan" atau penebusan dosa. ( ini penemuan arkeolog pertama ) Penemuan Kedua : Terjadi pada tahun 1947 di Qumran, oleh seorang anak pengembala kambing, bernama Muhammad Ad-Dib. gulungan manuskrip yang ditemukan berisi tulisan kitap perjanjian lama, oleh sebuah komunitas yang diidentifikasikan sebagai salah satu sekte yahudi yaitu sekte Esenes. dalam komunitas tersebut terdapat seorang Nabi yang sejaman dengan Nabi ISA yaitu Nabi Yahya as ( Yohanes pembabtis - menurut tradisi kristen - ), tapi tidak semua gulungan dapat diteliti karena sebab sesuatu hal adanya kelompok yang berkepentingan , menyembunyikan kebenaran tersebut.
Dari sekian tulisan yang ada di BUKU ini yaitu Misteri Naskah Laut Mati ( the dead sea scrolls ) atau judul aslinya Makhtutat al Bahri al Mayit dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain :
1. Injil yang ada dan beredar sekarang ini hanya 18 % perkataan Nabi ISA 2. Yesus ( Nabi ISA ) adalah manusia, yang makan, minum, dan menikah.Maka Umat Muslim tidak perlu menyamakan teologinya dengan yang lain, cukup menyeru kepada mereka, satu seruan yang sifatnya universal dan sesuai fitrah manusia sebagai mahluk, untuk kembali kepada satu-satunya Pencipta Yaitu ALLAH SWT .
BENARKAH YESUS TUHAN Debat Kontemporer Ahmed Deedat vs DR. Anis Shorosh Judul Asli : Is Jeaus God ? Great Debate Ahmed Deedat vs DR. Anis Shorosh Script Editor : Ramadhan Ash-Shafnawy Al-Badri Penerjemah Khairun Naim, Lc. Editor : Tim Pustaka Da'i Desain Sampul : Creative 14 Tata Letak Tim Pustaka Da'i Cetakan Pertama : Oktober 2004 Diterbitkan Oleh Pustaka Da'i � Jakarta mjbookmaker by: http://jowo.jw.lt
Figur Yesus (Tuhan?) sebagai dogma ajaran Kristen, memang telah menuai kontroversinya semenjak abad pertama masehi. Kontroversi ini tidak saja berputar di kalangan agama kristen itu sendiri, akan tetapi telah meluas pada agama lain. Yesus diakui oleh iman Kristiani sebagai Tuhan yang berkarya dalam diri manusia. Namun, hal ini dilatari hanya dengan melihat beberapa ayat dalam Bible (Injil) yang disangka merupakan pengakuan Yesus sebagai tuhan (Yohanes 14: 9) dan anak tuhan (Lukas 1:35). Ironinya, dalam 66 (enam puluh enam) kitab yang terdapat di dalam Bible Kristen Protestan, atau di dalam 73 (tujuh puluh tiga) kitab yang terdapat di dalam Bible Katolik, tidak disebutkan sekalipun kalimat yang menyatakan, tentang Yesus sendiri "Sesungguhnya Aku adalah Tuhan, atau sembahlah Aku. Pasalnya, keyakinan semacam ini jika dikomunikasikan dengan ajaran lain, terutama Islam, seringkali terjadi benturan keimanan. Apakah Yesus itu Tuhan? ataukah dia hanya seorang Nabi? Tepatnya pada tahun 1985, di Auditorium Royal Albert Hal London-Inggris, terjadi perdebatan mutakhir mengenai ketuhanan Yesus yang dilakukan oleh dua tokoh besar Dr. Anis Shorosh (Penginjil Amerika) dan Ahmed Deedat (Islam dan Kristolog). Dalam orasinya Dr. Anis Shorosh mengemukakan argumentasi tentang hakikat ketuhanan Yesus berdasarkan sifat yang ada dalam diri Yesus. Namun, di sisi lain Ahmeed Deedat pun menampilkan sisi kemanusian Yesus yang bersumber dari Bible yang sarat dengan nilai-nilai rasional. PERDEBATAN KONTEMPORER ini telah banyak dipublikasikan dalam bentuk kaset video dan berhasil menarik minat kaum Muslimin dan Kristen di dunia. Dan saat ini hadir di Indonesia dalam bentuk buku dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Debat publik inipun mampu merangkum analis yang sarat nilai ilmiah berdasarkan kitab suci dan dapat menjadi rujukan dalam membangun argumentasi keimanan masing-masing ummat. Download [Klik Disini] atau Download
Yesus (Isa) (as), sebagaimana rasul-rasul lainnya, merupakan seorang hamba pilihan Allah yang diutus kepada umat manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar. Meskipun demikian, ada beberapa sifat Yesus (as) yang membedakan dari rasul-rasul lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah dia telah diangkat Allah dan akan kembali lagi ke bumi.
Berbeda dengan yang diyakini oleh mayoritas manusia, Yesus (as) tidaklah wafat disalib dan dibunuh ataupun meninggal dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Qur'an memberitakan kepada kita bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya. Tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan peristiwa pembunuhan terhadapnya atau bahwa dia telah dibunuh, terlepas dari ayat yang menolak bahwa hal tersebut telah terjadi. Selain itu, Al-Qur'an membeberkan kepada kita beberapa peristiwa dari kehidupan Yesus (as) yang tidak pernah terjadi. Kemudian, kedatangannya yang kedua kali ke bumi merupakan suatu prasyarat akan terjadinya peristiwa-peristiwa ini. Tidak ada keraguan bahwa wahyu-wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an akan benar-benar terjadi.
Sebaliknya, kebanyakan orang mengasumsikan bahwa Yesus (as) telah wafat beberapa ribu tahun yang lalu dan tidak mungkin akan kembali. Pendapat yang keliru ini muncul akibat kurangnya pengetahuan tentang Al-Qur'an dan As-Sunnah. Suatu penelitian yang dilakukan dengan cermat dan hati-hati tentang Al-Qur'an akan menghasilkan suatu pemahaman yang akurat akan ayat-ayat tentang Yesus (as).
Rasulullah (saw) juga bersabda bahwa Yesus (yang dimuliakan) akan diutus kembali ke bumi dan masalah waktunya, yang disebut dengan "akhir zaman", kemungkinan adalah suatu masa di mana bumi pada saat itu akan mencapai kesejahteraan, keadilan dan perdamaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Akhir zaman" ditujukan pada suatu periode waktu yang mendekati akhir kehidupan dunia. Menurut Islam, pada masa tersebut akan ada cobaan-cobaan yang mengerikan dari Dajjal, banyak terjadi gempa bumi dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj. Setelah itu, nilai-nilai Al-Qur'an akan menang dan manusia akan mengikuti secara ekstensif nilai-nilai yang diperkenalkannya.
Bukti bahwa Yesus (as) tidak wafat, dan bahwa dia telah diangkat ke haribaan Allah dan bahwa dia akan kembali lagi, dikaji dalam buku ini berdasarkan penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an. Namun sebelum memasuki bahasan ini, akan bermanfaat kiranya untuk mengingatkan diri kita kembali akan sejumlah informasi penting yang berhubungan langsung dengan pokok bahasan ini.
Karya unik ini untuk kali pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Versi aslinya yang berbahasa Cina telah terjual lebih dari 250.000 eksemplar sebelum dilarang dan edisi bajakannya terjual hingga nyaris sepuluh juta kopi di Cina.
Belakangan, kedua penulisnya ditekan selama masa persidangan, dipaksa meninggalkan pekerjaan mereka, dan rumah mereka dilempari batu oleh segerombolan orang. Semuanya karena mereka berani membeberkan ‘rahasia’ yang ada dalam buku ini.
Chen Guidi lahir pada tahun 1943 di Anhui. Istrinya, Wu Chuntao, lahir pada tahun 1963 di provinsi Hunan di Cina. Mereka sama-sama berasal dari keluarga rakyat jelata. Chen dan Wu menjadi anggota dan penulis terkemuka dalam asosiasi sastra Hefei. Guidi menerima Lu xun Literature Achievement Award, salah satu hadiah sastra paling penting di Cina. Kedua penulis telah menerima berbagai penghargaan dari jurnal Contemporary Age atas reportase yang inovatif.
Terbitan : Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah
Diskripsi Singkat: Soal Jawab Aqidah : Sebuah buku kecil yang memuat 45 tanya jawab seputar aqidah, yang disertai dalil dari al quran dan sunnah sehingga pembaca tenang dalam mendengar jawabanya, karena masalah aqidah adalah masalah yang sangat urgen dalam kehidupan seseorang dalam Islam karena ia merupakan sumber keselamatan baginya baik didunia maupun diakhirat kelak.
Judul Syekh Siti Jenar: Makrifat dan makna kehidupan Volume 2 dari Syekh Siti Jenar, Achmad Chodjim Penulis Achmad Chodjim Penerbit Penerbit Serambi, 2007 ISBN 9791275645, 9789791275644 Tebal 331 halaman
Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemang Abang. Ketinggian Ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah keramahannya. Tetapi, yang membuat Syekh Siti Jenar mencuat bukan semata-mata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain.
Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari mesjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.
Melanjutkan buku sebelumnya – Syekh Siti Jenar: Makna Kematian – buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.
Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarka hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang Mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya.
Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekedar mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Kalau hanya itu, muslim sulit melepas mentalitas pembangunan yang buruk, mental korupsi dan kolusi. Warisan lama inilah yang hendak diberantas oleh Syekh Siti Jenar.
Bagi Syekh, iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus dapat ditransformasikan dalam kehidupan. Iman bukanlah bekal untuk menghadapi kematian sebagaimana kita membawa bekal dalam perjalanan yang jika kita lapar lalu kita makan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan ‘kemanunggalan iman, sebagai wujud ‘manunggaling kawula klawan Gusti’ dalam kehidupan nyata di bumi. Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori Jiwa (nafs). Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.
Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan, dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.
Judul Seeking Truth Finding Islam : Kisah Empat Mualaf yang menjadi Duta Islam di Barat No. ISBN 9786028236300 Penulis Anwar Holid Penerbit Mizania Tanggal terbit Februari - 2009 Jumlah Halaman 184
“Setiap tahun, sekitar 25.000 orang menjadi muslim di Amerika. Pasca 11 September, jumlah orang yang bersyahadat 4 kali lipat.” -- New York Times
***
Jalan hidup manusia tak bisa ditebak. Dari awal yang amat jauh dari agama, orang bisa menjadi perindu Tuhan dan mencari jalan untuk menghampiri-Nya. Kisah hidup para mualaf—orang yang masuk Islam—memberi kita banyak pelajaran tentang hal ini.
Buku ini menyajikan empat mualaf di Dunia Barat yang mampu menjadi “duta” Islam melalui pengabdian kepada masyarakat dan teladan tentang sikap hidup Muslim sejati. Dengan demikian, mereka juga “berjihad” memerangi prasangka terhadap Muslim dan agama Islam yang marak di Dunia Barat pada masa sekarang.
***
Keempat mualaf itu adalah:
Yusuf Islam (Cat Stevens): mantan superstar rock dunia yang mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam, dan kini aktif berdakwah melalui kegiatan pendidikan dan sosial.
Ingrid Mattson: cendekiawati pemimpin organisasi Muslim terbesar di Amerika yang sempat menjadi ateis sebelum akhirnya terpesona oleh Al-Quran.
Keith Ellison: Aktivis HAM dan Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres AS.
Hamza Yusuf Hanson: ulama asli kelahiran AS yang mendalami khazanah ilmu-ilmu Islam klasik dan kini giat mengampanyekan Islam damai ke publik Barat.
Sore itu, 23 September 2001, Stadion Yankee, New York City, dipadati puluhan ribu pengunjung. Mereka tidak sedang menonton bisbol sebagaimana lazimnya. Tapi, hari itu, semua komponen masyarakat dari berbagai etnis ataupun agama, berkumpul dalam perhelatan dengan tajuk "A Prayer for America". Doa bersama itu
diselenggarakan pasca-serangan ke gedung World Trade Center, 11 September 2001.
Dalam acara yang dihadiri mantan Presiden Bill Clinton bersama istri, Gubernur Negara Bagian New York Robert Pataki, dan Wali Kota New York Rudolph Giuliani itu, tampil seorang lelaki muda berperawakan langsing, membacakan doa-doa yang dinukil dari Al-Quran dengan fasih. Semua jaringan televisi di Amerika Serikat menayangkannya. Juga CNN yang memancarkan ke seantero dunia.
Doa yang dipanjatkan dalam bahasa Arab itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh seorang perempuan berjilbab, juga dengan fasih. Hampir semua yang hadir menunduk. Ada yang bergetar dadanya, tak sedikit yang meneteskan air mata. Siapakah lelaki muda nan langsing itu? Dia adalah Muhammad Syamsi Ali, kelahiran Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1967. Peraih magister di bidang perbandingan agama (1994) dari International Islamic University, Islamabad, Pakistan, itu adalah seorang staf Perhumas di Perwakilan Tetap RI untuk kantor PBB, New York. Ia masuk ke New York sejak 1996.
Sunan Kalijaga, alias Raden Syahid. Dia seorang putra tumenggung. Tetapi dia tidak mau mewarisi kekuasaan dari ayahandanya. Justru dia memilih menjadi pegiat spiritual Islam di Tanah Jawa, yang pada akhirnya oleh Dewan Wali Sanga, dia diangkat sebagai salah satu anggotanya untuk menggantikan Syekh Subakir yang kembali ke Persia. Namanya akrab di telinga Islam Jawa. Dan, nyatanya dialah satu-satunya Wali yang bisa diterima oleh berbagai pihak, baik oleh mutihan atau abangan, santri atau awam.
Banyak buku mengungkapkan kisah Sunan Kalijaga. Sebatas kisah hidupnya belaka. Buku yang ada di hadapan Anda ini tidak bertutur kata tentang kisah Sunan Kalijaga. Meski kisahnya banyak diketahui orang, tapi tak banyak orang yang tahu tentang ajaran yang dibawanya. Nah, yang dikemukakan dalam tulisan ini adalah kupasan tentang ajaran dan kearifannya. Anda akan tahu bahwa banyak praktik-praktik agama Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, berasal dari Sunan Kalijaga.
Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga : Ada sebuah doa bahasa Jawa yang masih diamalkan oleh orang-orang Islam di Nusantara. Khasiat doa ini untuk menolak bala. Menyingkirkan penyakit. Mengusir hama dan penyakit tanaman. Membebaskan diri dari jeratan hutang. Bahkan untuk melindungi diri dalam pertempuran. Itulah doa "Rumeksa ing Wengi". Sebuah doa yang disusun oleh Sunan Kalijaga. Sunan pun melakukan dakwah dengan pendekatan budaya. Mungkin Anda pernah mendengar Gerebeg Mulud dan Sekaten. Itulah cara-cara Sunan Kalijaga untuk mengajak orang lain masuk agama Islam.
Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga : Dalam Islam "wasilah" merupakan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Cara yang ditempuh seseorang untuk sampai kepada-Nya. Namun, bentuk wasilah itu diperdebatkan kebenarannya oleh para ulama. Sunan tak hendak berdebat masalah teologi. Tapi dia memberikan contoh wasilah ala Jawa. Yang jika dipelajari ternyata menyentuh hakikat keislaman. Sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap para nabi, sahabat dan keluarga Rasul. Sunah Rasul pun tidak sesempit sebagaimana yang kita kenal selama ini. Bahkan diwujudkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari secara nyata, misalnya penggunaan baju takwa.
Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga : Diri manusia juga dikupas dengan sisi pandang yang berbeda. Mungkin Anda pernah dengar "Sedulur papat kalima pancer", saudara empat yang pusatnya adalah Diri manusia. Itulah ajaran makrifat Islam. Di situ keimanan dalam Islam bukan semata-mata dipandang sebagai kepercayaan, tapi oleh Sunan diamalkan untuk membangkitkan Sang Pribadi. Agar dapat kembali dengan sempurna ke Hadirat-Nya.
Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga : Syariat, tarekat, dan hakikat dirajut menjadi satu. Dirajut menjadi makrifat dalam bentuk mistik Jawa. Sehingga agama tidak sekadar menjadi formalitas kehidupan. Tapi menjadi bagian kehidupan itu sendiri. Mistik dan makrifat yang umumnya dipandang sebagai klenik [dalam pengertian negatif], oleh Sunan diolah menjadi ajaran yang bermakna bagi kehidupan. Selamatan pun tak ketinggalan. Jika selama ini selamatan hanyalah tradisi yang tidak diketahui maksudnya, maka dalam buku ini makna dari selamatan sehari hingga seribu hari itu disajikan dengan bahasa yang sederhana. Karena hakikat kebenaran itu satu. Maka, dengan satu ikatan yang benar, yang juga disebut tauhid, itulah seseorang menghadap ke Hadirat Tuhannya.
Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga : Yang terakhir mengenai reinkarnasi atau dilahirkan kembali. Banyak yang salah paham tentang ajaran ini. Dikiranya ajaran menitis atau dilahirkan kembali itu pengaruh dari ajaran Hindu atau Buddha. Itulah hikmah Islam yang diambil oleh Sunan. Hikmah yang ditemukan di Jawa. Sebagaimana pesan Rasul, hikmah adalah barang orang mukmin yang hilang, maka ambillah di manapun hikmah itu ditemukan! Memang benar, ajaran reinkarnasi itu ada di Hindu dan Buddha. Tapi, sebelum kedua agama itu masuk Jawa, hikmah tentang reinkarnasi itu sudah ada di ajaran Jawa. Oleh Sunan Kalijaga ajaran reinkarnasi ini dipadukan dengan konsep kebangkitan dari Islam.
Menyikapi masalah tahlil, di masyarakat muncul dua kelompok, antara pro dan kontra. Kelompok yang tidak setuju, mengatakan bahwasanya tahlil merupakan “bid’ah dhalalah” yang tidak diajarkan Rasulullah, dengan berprinsip pada hadits: “Kullu bid’atun dhalalatun”. Akibatnya, mereka mengikis habis-habisan dan akan terus berusaha menghilangkannya dari Islam.
Di sisi lain, pihak yang melestarikan tradisi tahlil-terutama dimotori oleh kaum Nahdliyin- berpendapat bahwasanya tidak ditemukan teks dalam Alqur’an dan Hadits yang secara qath’i (pasti) melarang atau mengharamkan tradisi tahlil. Padahal, tahlil merupakan salah satu modal sosial. Yakni dapat mempererat ikatan persaudaraan sesama umat dan tentu akan meminimalisir terjadinya perbedaan pandangan yang dapat menyebabkan pada terpecahnya ikatan persaudaraan muslim. Secara jelas, Rasulullah bersabda: “Ikhtilafu ummati rahmatun”, perbedaan di antara umatku adalah sebuah rahmat.
Hadirnya buku ini –tentu- bukan bermaksud untuk menghidupkan kembali pertentangan dua pendapat tentang tahlil. Sebaliknya, buku ini diharapkan dapat menjadi “wasit” antara dua kelompok yang saling berseberangan. Dengan kata lain, sangat cocok kiranya, apabila buku “Tahlil dan Kenduri” ini dibaca oleh kedua pihak.
Bagi pihak yang setuju tahlil, mereka tidak akan mengalami kebingungan ketika dikritik dan dicoba untuk digoyahkan keyakinan mereka. Sementara, bagi kelompok yang berlawanan, mereka akan mampu (baca: mau) memahami bahwa tahlil yang ditradisikan oleh sebagian umat Islam mempuyai dalil yang kuat.
Walhasil, dengan emahami isi buku ini, diharapkan ukhuwah islamiyah yang sudah terjalin akan tetap terus terjaga, selanjutnya akan muncul rasa pengertian dan rasa solidaritas dari tiap-tiap muslim.
Judul Tahlil dan Kenduri No. ISBN 979845250x Penulis H.M. Madchan Anies Penerbit Lkis Tanggal terbit 2009
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam buku Risalatul Jinni, menjelaskan sebab-sebab masuknya jin ke dalam tubuh manusia:
Pertama, karena syahwat, hawa nafsu dan mabuk cinta, baik jin maupun manusia.
Kedua, jin itu ingin menguasai manusia dengan menikahinya. Dan banyak juga manusia yang terjebak mau melakukan pernikahan dengan jin dan punya anak. Hal ini banyak terjadi, disebutkan dan dibicarakan para ulama. Mayoritas para ulama membenci pernikahan jin dan manusia ini. Karena pernikahan itu sebenarnya
dilakukan karena kebencian jin itu kepada manusia.
Ibnu Taimiyah berpendapat jika terjadi perkawinan jin dan manusia itu, hukumnya adalah haram. Jin itu harus diberikan peringatan bahwa Ia sudah melanggar perintah Allah SWT dan Rasulnya yang diutus kepada jin dan manusia. Di sini bisa ditegakkan hujjah kepada mereka, di mana berlaku Hukum Allah SWT dan Rasul-Nya yang diutus untuk jin dan manusia.
Ketiga, balas dendam jin pada manusia. Hal ini seperti pembalasan atas perlakuan manusia sebelumnya kepada mereka, seperti tersakiti oleh sebagian manusia atau karena mereka menyangka bahwa sebagian manusia tersebut sengaja menyakiti mereka. Seperti mengencingi, menumpahkan air panas atau membunuh sebagian mereka padahal manusia tidak mengetahuinya.
RASULULLAH shallallahu ’alaihi wasallam adalah seorang pemimpin yang ahli strategi perang. Beliau mengenalkan strategi intelijen sudah 14 abad lalu. Untuk kepentingan intelijen dan kerahasiaan militer, Nabi menyimpan rapat-rapat informasi jumlah pasukan ini bahkan kepada istri tercintanya, Siti Aisyah atau pada shahabat kepercayaannya sendiri, Abu Bakar Ash-Shidiq.
Dalam sejarah Islam juga tercatat nama Hudzaifah Ibnul Yaman sebagai salah satu agen intelijen atau spion andalan Rasulullah dalam menghadapi orang-orang kafir dan munafik yang ingin memerangi Islam dan Muslim. Oleh Rasulullah, Hudzaifah dinilai sebagai orang yang bisa dipercaya, memiliki ingatan yang kuat cerdik dan cerdas dalam mengolah informasi. Hudzaifah juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul yang memudahkannya untuk menjalankan operasi telik sandi.
Salah satu tugas penting yang diemban Hudzaifah adalah pada saat Perang Khandaq (Perang Parit). Ketika itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah untuk memata-matai pasukan kafir Quraisy dari Mekkah yang berkekuatan 10.000 ribu orang, ditambah bantuan kekuatan dari orang-orang Yahudi. Mereka berencana untuk menyerang kota Madinah yang hanya memiliki kekuatan 3.000 orang pasukan perang.
....Rasulullah sudah mengenalkan strategi intelijen 14 abad lalu. Untuk kepentingan intelijen dan kerahasiaan militer, beliau menyimpan rapat-rapat informasi jumlah pasukan ini bahkan kepada istri tercintanya maupun shahabat kepercayaannya….
Saat melakukan pembebasan negeri Mekkah dari suku Quraisy, Nabi Muhammad, ketika itu berencana akan mengerahkan 10.000 pasukan tentara Muslim. Untuk melakukan ‘serangan dadakan’, Rasulullah mengirim intelijennya ke Mekah. Tugasnya adalah mengacaukan informasi pada musuh agar mereka berselisih ihwal benar atau tidaknya pasukan Islam yang berencana melakukan serangan dadakan dengan jumlahnya yang besar.
Esoknya, dalam penyerangan mendadak itu kau kafir Quraisy benar-benar kelabakan. Mereka tak menyangka di pagi hari buta itu, telah datang puluhan ribu orang dari pasukan Islam di kota Mekah. Tanpa persiapan, mereka kemudian menyerah. Rasulullah paham, orang Quraisy tak akan melakukan perlawanan. Sebab di tangannya, Rasulullah telah menguasai informasi kekuatan musuh, situasi yang bakal terjadi, hingga informasi logistik, menyangkut keadaan jalan-jalan yang akan dilalui pasukan Islam dan kondisi mata air. Detil, rapi dan rahasia. Itulah strategi Muhammad dalam menjalankan perang dan intelijen.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai mata-mata, Hudzaifah juga sangat hati-hati dan tidak bersikap yang bisa menimbulkan kecurigaan. Hudzaifah juga sangat kuat memegang teguh kepercayaan yang telah diberikan Rasulullah kepadanya untuk memegang daftar orang-orang munafik. Bahkan ketika shahabat Rasulullah, Umar bin Khattab menanyakan perihal daftar nama itu, Hudzaifah menolak memberikannya.
Untuk mengetahui siapa orang-orang yang masuk daftar orang munafik itu, Umar hanya bisa mengamati jika ada rakyatnya yang meninggal dan Hudzaifah tidak menyolatkannya, maka orang itulah orang munafik itu.
....Seorang shahabat Abdullah bin Unis juga pernah dikirim Rasulullah menyusup ke jantung pasukan musuh....
Seorang shahabat Abdullah bin Unis juga pernah dikirim Rasulullah menyusup ke jantung pasukan musuh. Sasaran utama misi itu adalah Bani Lihyaan dari Kabilah Huzail yang dipimpin oleh panglima mereka, Khalid bin Sofyan Al-Hazaly.
Misi ini dilakukan karena umat Islam mendapatkan kabar bahwa Khalid bin Sofyan Al-Hazaly tengah berupaya mengadakan pemusatan kekuatan pasukan gabungan kaum kafir yang cukup besar di daerah Uranah untuk menyerang Islam. Karena itu, Rasulullah mengirim Abdullah bin Unis untuk melakukan misi pengintaian sekaligus penyelidikan untuk membenarkan kabar berita tersebut.
Shahabat Nabi yang lain, yang ditugaskan melakukan operasi intelijen adalah Abdullah bin Jahsy Al-Asady. Bulan Jumadil Akhir 1424, Abdullah bin Jahsy Al-Asady, beserta dua belas shahabat dari kalangan muhajirin, diantaranya: Sa’ad bin Abi Waqqash dan ’Utbah bin Ghazwan. Rasulullah memberinya sebuah surat yang boleh dibaca jika perjalanan mereka sudah mencapai dua hari.
Setelah dua hari dalam perjalanan, sang komandan, Abdullah bin Jahsy kemudian membuka isi surat tersebut. Isinya, tak lain adalah sebuah perintah untuk memata-matai musuh: ”Berangkatlah menuju Nikhlah, antara Mekkah dan Tha’if. Intailah keadaan orang orang Quraisy di sana dan laporkan kepada kami keadaan mereka.” Selepas membaca surat itu, Abdullah bin Jahsy dan para rombongan kemudian berujar, ”Kutaati perintah ini!”
....Dalam misi intelijen Rasulullah juga pernah melakukan propaganda untuk memperlemah kekuatan musuhnya....
Dalam misi intelijen Rasulullah juga pernah melakukan propaganda untuk memperlemah kekuatan musuhnya. Dalam kisah, pernah suatu ketika kekuatan musuh gabungan porak-poranda dan bercerai-berai akibat tidak adanya kekompakan diantara mereka akibat propaganda yang dilancarkan Nu’aim bin Mas’ud Al-Ghathafany, mantan musuh yang kemudian bergabung ke pasukan Islam. Nu’aim melakukan psyco war (perang urat syarat) dan propaganda yang membuat kekuatan musuh goyah dan bercerai-berai. [desastian/voa-islam.com]
Judul Intelijen nabi Penulis Soeripto, S.H. Penerbit Grasindo ISBN 9790259646, 9789790259645
Judul Tentara sukarela: tentera Amerika Serikat dari pantai-pantai Normandia ke Bulge sampai menyerahnya Jerman, 7 Juni 1944 - 7 Mei 1945 Penulis Stephen E. Ambrose Penerbit Yayasan Obor Indonesia, 2003 ISBN 9794614246, 9789794614242 Tebal 651 halaman
Bisma Dewabrata adalah sebuah pribadi yang istimewa. Lahir tak pernah tahu dan mengenal ibu kandungnya. Cinta dan kasih sayang ibunya tercurah dari suara hati yang merasuk di hati dan pikirannya selama pengembaraannya. Sesuatu yang dia anggap berasal dari ibunya, yang sejatinya adalah seorang dewi dari bangsa Dewa, bernama Dewi Jahnawi. Yang menurut kabarnya, perwujudannya sebagai manusia adalah kisah jalan kematian yang ditempuhnya.
Kepergian Dewi Jahnawi sama gelapnya dengan saat pertama kali kemunculannya bertemu Prabu Santanu, ayah Bisma. Bisma disusui dan dibesarkan oleh Dewi Durgandini, seorang putri dari kerajaan Wirata. Dan Bisma memang seorang ksatria utama! Dia wujudkan pengabdian sepenuhnya kepada Durgandini sebagai rasa terima kasihnya atas kasih sayang masa kecil Bisma. Bagaimana pun sikap Durgandini kepada Bisma, tetap Bisma menghargai dan menghormati Durgandini dengan sepenuh hati.
Puncaknya adalah sebuah sumpah yang keluar dari mulut Bisma demi rasa lega Durgandini agar anak kandung Durgandini yang akan mewarisi tahta Hastinapura. Sumpah Bisma yang tak akan pernah menduduki tahta Hastinapura, walaupun dia yang paling berhak. Dan sumpah bahwa sampai mati tak akan pernah menyentuh perempuan agar tak ada keturunannya yang menggugat atas tahta Hastinapura. Sebuah sumpah yang luar biasa!
Sumpah itu yang membuatnya selalu menempuh perjalanan ke seluruh penjuru dunia wayang. Berguru ke semua resi, mendalami makna kehidupan.
Sumpah itu juga yang membuat Bisma melihat bahwa kehidupan tak lain adalah sebuah pengabdian. Pengabdian kepada janjinya, pengabdian kepada keluarga, pengabdian kepada keluarga dan kerabatnya, pengabdian kepada kebenaran yang dipegangnya, pengabdiannya kepada kehidupan, dan pengabdiannya kepada Sang Pencipta.
Sumpah itu pulalah yang membuat dia tanpa sengaja menewaskan seorang putri ksatria yang pernah dicintainya, Dewi Amba.
Jalan hidup Bisma begitu panjang. Perang besar Baratayudha yang dikobarkan Duryudana, adalah sebuah pertempuran antar saudara yang disesalkan Bisma, sekaligus ditunggu selama hidupnya. Karena melalui perang itu, Bisma berkesempatan menempuh jalan kematiannya, rela mati di tangan Srikandi. Seorang putri ksatria dari Cempalareja. Tak seorang pun selain Bisma dan Antasena, yang menyadari bahwa semua yang ada pada Srikandi mirip dengan Amba.
Jalan hidup Bisma begitu panjang. Tak seorang pun di dunia wayang yang bisa mengerti kedalaman hati dan pikirannya. Mengagumi secara diam-diam sosok Kresna, raja Dwarawati. Tapi hanya Antasena muda, yang paling dekat dan tahu siapa Bisma.
Judul Perjalanan Sunyi Bisma Dewabrata Penulis Pitoyo Amrih Penerbit Pitoyo Amrih, 2010 ISBN 6029557378, 9786029557374 Tebal 476 halaman
Deskripsi: Penulis : Edy Songo Ukuran : 14 x 20 cm. Tebal : 886 hlm. Cetakan : 2 Penerbit : WahyuMedia ISBN : 979-795-092-1
“BUKU GENIUS SENIOR” ini berisi data-data terbaru dan terlengkap yang sangat menunjang untuk digunakan oleh para Pelajar, Mahasiswa, Cerdik-cendekia, Wartawan, Praktisi Pendidikan, Manajer, Ilmuwan, Guru, dan profesi lain yang terkait. Buku ini disusun secara praktis dan sistematis untuk memudahkan pembaca dalam mencari data yang diperlukan.
Di dalam buku BUKU GENIUS SENIOR ini antara lain memuat informasi mengenai:
Profil Negara Dunia Organisasi-organisasi Internasional Penghargaan Film & Musik Data Geografis Dunia Wacana Seputar Kecelakaan Transportasi Dunia Tokoh Penemu Dunia Rumus & Definisi Konversi Fisika, Matematika, Kimia Sistem Tata Surya Flora & Fauna Wacana Seputar Olahraga Profil 33 Provinsi di Indonesia Sejarah Dunia & Tokoh Indonesia
ALKISAH, seorang pendeta bernama Buhairah menarik diri dari gereja dan memutuskan hidup menyepi. Dalam kesendiriannya, dia menenggelamkan diri ke dalam kajian tehadap buku-buku Kristen. Namun upaya itu tak berhasil menghilangkan “kegelisahan” teologisnya.
Suatu saat, di dalam satu buku, Buhairah menemukan sebuah ramalan. Tentang tanda kenabian yang akan dilihatnya pada punggung seorang bocah kecil. Sebagaimana tercatat dalam sejarah Islam klasik, pada akhirnya Buhairah menemukan tanda kenabian itu di punggung muhamad SAW, yang kelak diangkat menjadi Rasul Allah.
Berangkat dari momentum pertemuan antara Buhairah dan Muhammad, Al Shawni memulai kisahnya. Tokoh Buhairah yang digambarkan sedang mengalami skeptisisme personal terhadap keesaan Tuhan diajak Rasulullah. Dia dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian, yang hanya diterangi kerlip dan redupnya bintang.
Di kesunyian itu, Buhairah mengalami komunikasi trsnsendental dengan sosok makhluk gaib yang tak lain adalah iblis. Mulai dari titik ini, pengarang menunjukkan “keliaran” imajinasi untuk meruncingkan konflik di dalam “tubuh” novelnya. Dengan teknik dan langgam pengisahan yang unik, Al-Shawni mendeskripsikan egosentrisme iblis.
Ketika pendeta Buhairah mempertanyakan latar belakang kesombongan iblis yang menolak sujud pada Adam, pengarang memanfaatkan momen itu untuk meramukan dalil-dalil filosofis dalam rangka menarasikan penggugatan iblis. Jelas sekali, Al-Shawni hendak menggelindingkan diskursus baru tentang riwayat pembangkangan iblis yang menolak sujud pada Adam.
Menurut Al-Shawni, penolakan iblis, yang kelak menjadi sebab keterkutukannya, bukan karena latar belakang ontologism. Bahwa iblis diciptakan dari api, sementara Adam hanya diciptakan dari tanah, sebagaimana penafsiran konvensional. Namun justru karena eksistensi Adam adalah pencerminan dosa-dosa iblis. Jadi, mana mungkin iblis mau bersujud pada cermin yang memantulkan buruk rupa wajahnya sendiri?
Bagi khalayak pembaca umum, membaca karya sastra adalah “menikmatinya”, bukannya menggali aspek-aspek kebenaran epistemologisnya. Jika pada paragraf-paragraf awal sebuah novel pembaca tak berhasil “meraih” kenikmatan dengan gambang mereka akan menutupnya.
Tetapi, sebagaimana diusung oleh Al-Shawni di dalam buku ini, barangkali membaca sastra tak cukup kalau sekedar menikmati. Pembaca perlu pemahaman yang intens, penafsiran kritis, dan yang lebih penting adalah penyingkapan misteri kebenaran epistemologis karya sastra sampai ceruk paling dalam.
Dalam buku ini, Al- Shawni seperti sedang mendandani karakter bejat iblis dengan jubah kebesaran filsuf yang penuh aura kearifan dan kejeniusan. Ia berhasil menggunakan metode adab al-jadl. Metode ini semacam kode etik berpolemik di kalangan pemikir muslim Abad Pertengahan, seperti muncul pada debat Buhairah dengan iblis.
Rentang panjang durasi konflik yang “meresahkan” itu, jika tak dilihat dengan ketajaman intuisi, bisa jadi akan melahirkan pembelaan atau bahkan pemenangan argumentasi iblis. Di sini, Al-Shawni tak hanya “menghidangkan” preposisi-preposisi logis untuk mendeklarasikan penggugatan iblis. Ia juga memperkuat argumentasi rasional dengan “meraih” metafora-metafora yang memukau dan sesekali mengejutkan.
Ketika Buhairah berupaya menyudutkan identitas iblis dengan stigma determinisme kutukan Tuhan, dengan lihai Al-Shawni membela iblis. Caranya dengan menceritakan kisah Nabi Sulaiman yang sedang murka karena dikhianati burung bulbul, sahabatnya. Burung itu diperingatkan agar jangan menemui Sulaiman dulu, sebab emosi raja sedang memuncak.
Dikabarkan, Sulaiman berniat membunuh burung bulbul. Tapi, anehnya, bulbul bukannya takut pada ancaman sang raja. Bulbul justru bercicit kegirangan penuh suka cita. Riwayat Sualaiman dan burung bulbul ini, menurut Shawni, relevan dengan problem kemurkaan Tuhan pada iblis. Artinya, kemurkaan Tuhan pada iblis justru merupakan pertanda kedalaman cinta Tuhan kepadanya.
Dengan kata lain, dilaknati atau dimuliakan oleh Tuhan sudah tak berarti apa-apa lagi bagi iblis. Sebab esensinya adalah kadar kedekatan Tuhan dengannya. Sehingga kutukan pun dapat berubah menjadi berkah. Membaca “kenakalan” pikiran novelis ini, terasa Al-Shawni tak sekedar menggugat dogma keterkutukan iblis.
Novel ini, jika tidak dibaca hati-hati, sangat berpotensi “menggoda” pikiran pembaca untuk membela bahkan memenangkan gugatan iblis. (Resensi Oleh : Prayudi)
Judul Iblis Menggugat Tuhan: The Madness of God Penulis Shawni Penerbit Zahra Publishing House ISBN 9793972017, 9789793972015
Ukuran : 16 x 24 cm Tebal : 208 hlm ISBN : 979-168-032-9 Cetakan : ke-2, 2007 Buku "50 Tokoh Politik Legendaris Dunia" ditulis oleh Achmad Munif. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Narasi Yogyakarta. Cetakan Kedua, 2007. Terdiri atas 208 halaman. Buku ini memuat kisah tokoh politik dunia yaitu : 01. ADOLF HITLER 02. AHMADINEJAD 03. ANWAR SADAT 04. AYATULLAH KHOMEINI 05. BENAZIR BHUTTO 06. CHANDRIKA KUMARATUNGA 07. CHARLES DE GAULLE 08. CORAZON AQUINO 09. DALAI LAMA 10. DENG XIAOPING 11. FERDINAND EDRALIN MARCOS 12. FIDEL CASTRO 13. GAMAL ABDUL NASSER 14. GOLDA MEIR 15. HAFEZ AL-ASSAD 16. HO CHI MINH 17. IBNU SAUD 18. INDIRA GANDHI 19. INSINYUR SOEKARNO 20. JAWAHARLAL NEHRU 21. JOHN FITZGERALD KENNEDY 22. JOSEPH STALIN 23. KAISAR HIROHITO 24. KIM IL SUNG 25. LECH WALESA 26. LEE KUAN YEW 27. LYNDON B JOHNSON 28. MAHATHIR MOHAMMAD 29. MAHATMA GANDHI 30. MAO ZEDONG 31. MARGARET THATCHER 32. MIKHAIL GORBACHEV 33. MOAMMAR KHADAFY 34. MOHAMMAD HATTA 35. MOHAMMAD ZIA-UL HAQ 36. MUHAMMAD ALI JINNAH 37. MUSTAFA KEMAL ATATURK 38. NELSON MANDELA 39. NORODOM SIHANOUK 40. PARK CUNG-HEE 41. RAJA CONSTANTINE II 42. RAJA FAISAL 43. RAJA HUSSEIN 44. RONALD REAGAN 45. SADDAM HUSSEIN 46. SHAH REZA PAHLAVI 47. SIRIMAVO BANDARANAIKE 48. SOEHARTO 49. TENGKU ABDUL RACHMAN 50. VLADIMIR ILYICH LENIN 51. YASSER ARAFAT Download [Klik Disini]
Buku ini berisikan biografi 52 orang tokoh Islam yang menurut penulisnya (Herry Mohammad, dkk.) mempunyai pengaruh terbesar dalam membangun peradaban yang berdasarkan konsepsi Qur’ani dan Hadisi di abad 20. Dua puluh dua diantaranya berasal atau berkiprah di Indonesia, sedangkan 30 lainnya berasal atau berkiprah di berbagai belahan dunia lain, baik Timur maupun Barat. Mereka dipilih berdasarkan kontribusi pada berbagai bidang dari sosial-budaya hingga sosial-politik. Pemikiran-pemikiran Islam di abad 20 tidak lepas dari pengaruh dua aliran pemikiran besar. Yang pertama adalah pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1787 M) di Arab Saudi. Ia menyerukan umat muslim untuk berpegang pada Al-Quran dan hadits tanpa intervensi akal atau ijtihad, sebagaimana model Islam jaman Nabi. Sedangkan yang kedua adalah pemikiran Muhammad Abduh (1849-1905 M) di Mesir. Ia berpendapat bahwa ajaran Islam harus dikembalikan pada aslinya dengan interpretasi yang disesuaikan dengan keadaan modern, dengan demikian perlu dibuka pintu ijtihad dan menghindari taklid buta pada ulama. Semangat kedua tokoh ini diwarisi oleh generasi-generasi sesudahnya dan diimplementasikan kekedalam berbagai bentuk, corak dan bidang. Tokoh-tokoh muslim nasional yang biografinya diulas di buku ini antara lain adalah: Syekh Ahmad Muhammad Soorkati Al Anshari (pendidik, pendiri madrasah Al-Irsyad), K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Amad Hassan (tokoh Persis, penulis buku diantaranya ‘At-Tauhid’ dan ‘Soal-Jawab’, wartawan, pedagang), K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), HOS Tjokroaminoto (perubah Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam), K.H. Abdul Wahid Hasyim (tokoh politik Islam), Haji Agus Salim (tokoh politik Islam, intelektual), Mohammad Natsir (tokoh politik Islam, intelektual, pendiri Dewan dakwah Islamiyah Indonesia), Teungku Muhammad Daud Beureueh (tokoh politik Islam dan ulama Aceh, pendiri Negara Islam Aceh), Buya Hamka (ulama, pemikir, pujangga, ketua umum MUI pertama), SM Kartosuwiryo (aktivis Islam, pendiri Institut Suffah, KPK PSII, dan TII), K.H. Abdullah Syafi’ie (ulama, pendidik), Muhammad Rasjidi (cendekiawan muslim), Mahmud Yunus (pendidik, pemikir pendidikan, pendiri Akademi Dinas Ilmu Agama yang menjadi cikal bakal UIN), Imam Zarkasyi (cendekiawan muslim, tokoh Pondok Modern Gontor), K.H. A.R. Fakhruddin (ulama, juru dakwah), Abdullah bin Nuh (tokoh dan pemikir pendidikan Islam, pendiri Islamic Center al-Ghazali serta berbagai yayasan), Isa Anshari (tokoh Persis dan politik Islam, cendekiawan dan penulis buku diantaranya ‘Islam dan Demokrasi’), Endang Saefuddin Anshari (cendekiawan muslim), K.H. Moenawar Chalil (ulama, pedagang, aktivis ormas dan politik), Anwar Harjono (tokoh politik Islam, pendidik, pendakwah), dan Abdullah Said (perintis Ponpes Hidayatullah). Ketiga puluh tokoh internasional yang diulas dalam buku ini rata-rata merupakan ulama yang produktif. Karya buah pemikiran mereka tersebar ke seluruh penjuru dunia. Dakwah yang mereka lakukan tidak sekedar melalui pena namun juga terjun langsung kedalam masyarakat dalam berbagai bidang maupun dalam medan jihad. Mereka antara lain adalah: Syekh Abdul Aziz Al Badri, Asy-Syahid Abdul Qadir Audah, Asy-Syahid DR Abdullah Azzam, Abu Zahrah, Abul A’la Al-Maududi, Al-Hasan Ali al-Hasan an-Nadawi, Syekh Ahmad Husain Deedat, Asy-Syahid Ahmad Yassin, Muhammad Zia ul-Haq, Raja Faisal bin Abdul Aziz, Asy-Syahid Hasan Al-Banna, Ismail Raji al-Faruqi, Jamaluddin Al-Afghani, Maryam Jameelah, Muhammad Abduh, Ayekh Muhammad Al-Ghazali, Muhammad Iqbal, Muhammad bin Abdul Wahhab, Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Muhibbudin al-Khatib, Musthafa as-Siba’I, Dr. Musthafa Masyhur, Syekh Mutawalli asy-Sya’rawi, Najib al-Kailani, Said Hawwa, Dr. Said Ramadhan, Asy-Syahid Sayyid Quthb, Syekh Taqiyyudin an-Nabhani, Zainan al-Ghazali, dan Muhammad Rasyid Ridha. Buku ini memperluas khasanah kita mengenai dunia Islam. Sisi terpenting dalam Islam adalah penegakan aqidah, yaitu penegakan kalimat laailahaillallah muhammadurrasulullah. Semua tokoh yang diulas didalam buku ini merupakan mereka yang gigih dalam upaya tersebut Judul Tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh abad 20 Penulis Herry Mohammad Penerbit Gema Insani, 2006 ISBN 9795602195, 9789795602194 Tebal 318 halaman