Kalo kita sering melakukan pencarian di google, tentu saja pernah melihat foto profil yang muncul di samping hasil pencarian kita. Authorship markup ini sudah di dukung oleh google lalu apa gunanya menampilkan foto author di hasil pencarian google? Jika penilaian pada Google PageRank lebih mengacu pada korelasi Jumlah BackLink, Kualitas Konten dan Umur Domain. Lain halnya dengan Page Authority / Site Authority yang penilaian atau pemberian skornya hanya melihat pada alur niche blog.
Maksudnya seperti ini. Jika Anda membuat Blog yang mempunyai tema SEO, jika ingin mendapatkan Page Authority / Site Authority yang tinggi, ya artikel yang Anda buat haruslah tidak jauh tentang Optimalisasi Mesin Pencari. Atau mudahnya Page Authority / Site Authority merupakan Nilai yang diberikan untuk Niche Blog sementara Google PageRank merupakan Nilai yang diberikan untuk Blog tersebut.
Yang pertama tentunya untuk membuat Blog Anda lebih kuat ketika dihadapkan pada Blog “gado-gado” pada SERPs (tentunya dengan keyword niche blog Anda). Dan yang kedua untuk meningkatkan Bounce Rate pada Blog Anda, kenapa bisa begitu ? Ketika Blog Anda menyajikan informasi khusus semisal bloging, nah misal Blog Anda khusus membahas atau berniche bloging, maka pengunjung yang sedang mencari hal tentang bloging pasti akan menjelajahi Blog Anda. Dengan begini sudah bisa dipastikan Bounce Rate Anda akan meningkat dengan pesat.
Pertama yang harus kita ketahui mengenai profile authority adalah cara kerjanya, sehingga otoritas akun google plus dapat memberikan dampak (negatif/positif) terhadap blog dan seluruh halamannya. Dan saya akan mencoba menjelaskannya secara singkat dan padat.
Blog akan mendapatkan otoritas akun google plus jika blog tersebut menautkan informasi author/ kepemilikan atas blog tersebut. Dan akun google plus akan memberikan otoritasnya kepada blog jika blog tersebut tertaut di halaman informasi pribadi (contributor) akun google plus.
Auhtorship, menurut saya sangat penting. Authority disini bisa berimbas dengan banyaknya backlink, banyaknya user, banyaknya follower, banyaknya fans, banyaknya like, banyaknya +1 dan kejelasan siapa yang yang bertanggungjawab atas sebuat website atau secara spesisifik terhadap sebuah artikel. Dengan menampilkan profil di setiap halaman artikel yang kita buat dan ditampilkan juga oleh google di halaman hasil pencarian, user jadi tau siapa yang membuat artikel dan siapa yang bertanggung-jawab dengan kebenaran artikel tersebut. Apabila author tersebut memiliki follower yang banyak, bisa berarti dianggap popular dan mau “didengerin” banyak orang. Selain itu, tentu saja pengguna mesin pencari akan lebih senang nge-klik karena fotonya menarik/ganteng, mungkin saja :D .
Proses mem-verify authorship ini sebenarnya sudah sangat jelas di google. Ada 2 cara yang disarankan google untuk memverifikasi auhtorship agar muncul di hasil pencarian google, yaitu dengan verifikasi email domain atau membuat link ke profil Google+ kita.
Cara Menautkan Akun Google Plus di Blog Menggantikan Profile Blogger
Jika anda adalah pengguna blog blogger dan menggunakan blogger template orisinal atau bawaan blogger, maka anda bisa melewati tahapan ini. Karena blogger template bawaan blogger sudah terintegrasi dengan fitur ini.
Namun, hal ini akan bekerja jika anda menggunakan informasi profile blogger sebagai google plus, bukan profile blogger lawas. Cara untuk beralih dari profile blogger lawas ke profile blogger google plus bisa dilakukan melalui menu Google+.
Cara Mengaitkan Blog Dengan Akun Google Plus
Setelah menautkan link profil akun google plus atau link laman google plus di blog, langkah terakhir adalah mengaitkan blog tersebut dengan akun google plus.
Kunjungi situs google plus di https://plus.google.com atau langsung https://plus.google.com/u/0/me/about agar langsung menuju halaman tentang/about.
Klik "edit" pada informasi "tautan".
Tambahkan blog (url/link dan judul blog) di bagian informasi "kontributor".
Simpan perubahan dan Selesai.
Cara manual mengaitkan akun google plus di blog
Cara ini bisa dilakukan jika blog tidak menggunakan blogger template bawaan blogger beserta blog-blog lain selain blogger (wordpress, blogdetik, blog, dll.).
Tambahkan elemen HTML berikut pada blog atau template:
<a href="https://plus.google.com/IDakungoogleplus" rel="author">Temukan saya di Google+</a>
contoh:
<a href="https://plus.google.com/110429325792982049410" rel="author">Temukan saya di Google+</a>
Letak penempatan di sarankan berada di bagian paling atas blog seperti header atau di bawah judul posting. Atau anda juga bisa meletakkan tag author tersebut di bagian dalam <head>.
Untuk pengguna blog wordpress dengan beberapa author atau penulis dalam 1 blog, bisa dengan menambahkan kode <?php the_author_link(); ?> pada file themes single.php. Kemudian edit profil masing-masing user dan pada bagian Contact Info, Website di isi dengan url profil Google + masing-masing user.
Cara lain menampilkan foto profil di hasil pencarian yang pernah saya coba dan berhasil adalah dengan menambah meta rel=”author” pada bagian <head> html website/blog kita, seperti <link rel="author" href="https://plus.google.com/109097140621304019024" /> contohnya seperti ini:
Dan masih banyak lagi cara-cara lain untuk menautkan akun google plus di sebuah blog dengan berbagai macam variasi. Sala satunya adalah menggunakan icon kecil google plus beserta situs-situs sosial media lainnya, seperti: facebook, twitter, youtube, dkk.
Bagaimana, Cara Untuk Mengetahui Skor Page Authority / Site Authority Pada Blog Kita ?
Mudah saja, Anda bisa langsung mengunjungi Website penyedia layanan Authority Checker, dan jika Anda tidak mau repot mencari di Google, Anda bisa langsung pergi ke Moonsy Free Page Authority Checker.
Sebenarnya, saya ada sedikit Tips Untuk Meningkatkan Page Authority / Site Authority walaupun Blog Anda memiliki Niche “gado-gado” yaitu dengan Cara memposisikan diri Anda sebagai pengunjung, dan tanyakan pertanyaan dibawah ini untuk diri Anda :
Apakah Blog ini pantas untuk di Bookmark ?
Apakah saya puas (mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat) saat saya membaca Artikel yang ada di Blog ini ?
Bagaimana bahasa yang digunakan dalam menyampaikan Informasi ? terlalu bertele-tele atau langsung to the point ?
Apakah Blog ini diupdate secara rutin ? Jika iya saya akan kembali lagi nanti
Jika semua pertanyaan diatas mendapat jawaban “iya” maka sudah bisa dipastikan bahwa Blog Anda sudah mendapatkan label SNI sebagai Blog dengan Page Authority atau Site Authority Tinggi.
Teknologi Mobil Hybrid pada dasarnya adalah menggunakan bahan bakar minyak dan listrik secara bersamaan. Mobil hybrid bekerja secara komplementer dengan dua buah sumber tenaga yaitu BBM dan listrik. Dengan menggabungkan dua sumber tenaga tersebut konsumsi BBM akan dapat dihemat. Saat gas ditekan, mobil masih bisa melaju dengan motor listriknya hingga 50 km per jam. Mesin bensin baru akan bekerja jika mobil berada di atas kecepatan 50 km/jam atau ketika baterai mobil tersedot habis.
Dua Sumber Daya
Model Teknologi Mobil Hybrid
Mobil hybrid bekerja dalam berbagai cara. Mobil hybrid yang paling dasar didukung oleh mesin bensin tetapi juga menyimpan charge sebuah bank baterai. Banyak mobil hibrida juga mengisi baterai dengan menggunakan energi regenerasi yang diambil melalui sistem pengereman. Mobil hibrida biasanya akan beralih antara bensin dan tenaga baterai yang diperlukan. Misalnya, ketika adanya permintaan minimal pada mesin, mobil mungkin berhenti menggunakan bensin dan beralih ke tenaga baterai. Beberapa pengemudi mobil hybrid mengatakan bahwa hal itu dapat mengerikan mendengar mesin bensin kendaraan mereka mati saat mereka mengemudi.
Sekarang ini perusahaan mobil dunia sedang berlomba lomba mengembangkan teknologi hybrid. Apa yang anda ketahui tentang teknologi hybrid. Teknologi hybrid adalah penggabungkan kelengkapan terkuat dua jenis sumber daya tenaga yaitu motor listrik dan mesin pembakaran internal, dengan memaksimalkan kekuatan dari kedua sumber daya tersebut, disamping saling mengisi kekurangannya Hasilnya adalah efisiensi konsumsi bahan bakar dengan performa yang luar biasa. Mobil tenaga listrik tidak membutuhkan apapun dari pembakaran. Listrik diubah menjadi tenaga melalui motor listrik, untuk menggerakkan mobil. Mobil bertenaga listrik ini ramah lingkungan, tidak bising dan memiliki akselerasi yang baik, dia membutuhkan pengisian dan infrastruktur yang tepat. Hal ini membuat mobil bertenaga listrik menjadi tidak praktis. Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbesar polusi udara di perkotaan. Keuntungan dari teknologi hybrid adalah pertama Efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, ramah lingkungan karena emisi gas buang yang rendah, ketenangan yang baik, dan performa yang luar biasa serta kepuasan mengemudi, yang kedua Teknologi hybrid mengurangi emisi gas buang berupa CO2 atau zat yang lainnya. Yang ketiga teknologi hybrid lebih senyap atau tidak berisik, nyaris tak terdengar sehingga meskipun kita berkendara di keheningan malam maka tidak akan merusak kehingan malam.
Tipe Sistem Teknologi Hybrid
Secara garis besar ada tiga tipe dari Sistem Hybrid. Yang pertama adalah Series Hybrid System, kedua Parallel Hybrid System, dan ketiga Series Parallel Hybrid System.
Series Hybrid System
Sistem ini terdiri dari pembakaran internail dari mesin yang membakar bensin, solar atau gas. Dengan semua komponen yang saling terhubung secara seri. Pembakaran pada ruang mesin terhubung dengan sebuah generator untuk mengubah tenaga yang dihasilkan oleh mesin menjadi tenaga listrik yang disimpan ke sebuah aki. Tengan listrik yang tersimpan di aki dialirkan melalui sebuah alat yang dinamak inverter atau pembalik untuk menyalurkan tenaga ke sebuah motor listrik, sehingga mampu menggerakkan roda kendaraan.
Pembakaran yang terjadi di mesin dapat menghasilkan tenaga ke motor listrik untuk menggerakkan mobil yang tidak cukup apabila hanya mengandalkan tenaga aki. Oleh sebab itu, pemakaian bahan bakar masih sedikit untuk mampu menggerakkan mobil.
Pararell Hybrid System
Pada parallel system, pembakaran dengan ruang mesin merupakan penghasil tenaga utama, sedangkan tenaga aki merupakan tenaga pendukung. Oleh sebab itu, pengefisiensian bahan bakar adalah dengan cara membatasi konsumsinya.
Sistem ini msnggunakan mesin pembakaran dalam dan sebuah motor listrik untuk menggerakkan kendaraan. Dalam sistem ini, motor listrik juga sebagai generator, shingga ketika motor listrik digunakan, aki tidak dapat melakukan pengisian. Motor listrik beralih menjadi generator pada saat pengisian, dam hanya dapat dilakukan pada saat mobil tidak menggunakan motor listrik dalam bergerak, tetapi menggunakan tenaga yang dihasilkan dari proses pembakaran. Hal ini menyebabkan sistem ini memiliki keterbatasan jika dikaitkan dengan efisiensi bahan bakar.
Series Parallel Hybrid System
Gabungan dua sistem sebelumnya disebut dengan Series-Parallel Hybrid System. Sistem ini memungkinkan sumber tenaga menjadi paling fleksibel dan optimal, sehingga mampu mencapai tingkat efisiensi maupun tingkat kehandalan performa yang mengagumkan. Teknologi Hybrid ini memiliki generator atau pembangkit listrik khusus dan alat pembagi tenaga yang mampu menyalurkan tenaga yang dihasilkan oleh pembakaran pada ruang mesin untuk menggerakkan roda secara langsung, atau sebagai tenaga bagi motor listrik untuk melakukan pergerakan, tergantung dari kondisi berkendara. Hal ini memungkinkan kedua sumber tenaga tersebut bekerja pada seefisien mungkin. Pada saat kecepatan rendah ke tinggi, kendaraan juga dapat melaju meskipun hanya menggunakan tenaga listrik saja. Dan ini dapat menghasilkan efisiensi yang besar. Generator juga dapat digunakan untuk mengisi aki melalui alat pembalik atau menverter. Pada saat melakukan akkselerasi atau percepatan secara mendadak juga dapat meenghasilkan performa yang maksimal.
Salah satu yang sudah menerapkan teknologi hybrid pada mobil komersial adalah Toyota dengan Toyota Prius. Berdasarkan test drive Toyota Hybrid Prius di jalanan Jakarta, Toyota Prius, mendapatkan angka konsumsi bahan bakar yang sangat irit yaitu 1 liter untuk 22 kilometer. Efisiensi bahan bakar yang dihasilkan Toyota Prius membuat pengendara mobil ini tidak akan khawatir dengan kenaikan harga BBM yang terus meningkat. Namun sayangnya harga mobil hybrid ini masih lumayan tinggi untuk konsumen kelas menengah ke bawah.
Cara Kerja Mobil Hybrid
1. Saat Mobil Berhenti
Pada saat mobil hybrid berhenti yang bekerja adalah mesin bahan bakar, sedangkan generator, dan motor listrik tidak bekerja. Pada saat energi listrik di baterai mulai menipis dan kendaraan sedang berhenti, mesin bahan bakar akan menyala sejenak untuk sedikit mengisi baterai.
Mesin bahan bakar memutar generator sehingga generator dapat menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai. Bila kondisi EV (Electric Vehicle) Mode yang terdapat pada mobil hybrid maka mobil hanya digerakkan oleh motor listrik saja (maksimum sejauh 1km jika baterai dalam kondisi penuh) dan kecepatan maksimum 45 km/jam.
2. Saat Kendaraan Mulai Bergerak dari Berhenti
Saat keadaan ini motor listrik menggerakkan mobil, sementara mesin bahan bakar tidak bekerja. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil.
3. Kondisi Kecepatan Rendah Konstan
Motor listrik sebagai penggerak utama sementara mesin bahan bakar hanya sekali-sekali saja membantu. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik, motor listrik menggerakkan roda mobil dan mesin bahan bakar terkadang membantu menggerakkan roda mobil.
4. Kondisi Akselerasi
Motor listrik dan mesin bahan bakar secara bersamaan bekerja untuk menghasilkan tenaga gabungan yang besar. Baterai memberikan energi listrik kepada motor listrik untuk menggerakkan roda mobil begitu juga secara bersamaan mesin bahan bakar juga menggerakkan roda mobil.
5. Kondisi Kecepatan Tinggi Konstan
Mesin bahan bakar bekerja penuh karena sebagai penggerak utama sementara motor listrik hanya sekali-sekali saja membantu. Mesin bahan bakar menggerakkan roda, baterai terkadang memberikan energi listrik kepada motor listrik yang terkadang membantu mesin bahan bakar menggerakkan roda mobil.
6. Kondisi Deselerasi
Motor listrik dalam kondisi mengisi ulang baterai sehingga sebagai generator kedua fungsinya sementara mesin bahan bakar berhenti bekerja. Roda mobil memutar motor listrik yang berubah fungsi sebagai generator kedua untuk menghasilkan energi listrik untuk mengisi ulang baterai.
Jika teknologi hybrid sudah bisa diimplementasikan pada kebanyakan mobil, tentu akan banyak sekali penghematan BBM yang dihasilkan. Selain itu dengan teknologi Hybrid pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh gas buang mobil BBM akan berkurang banyak, sehingga ramah terhadap lingkungan.Baca juga artikel Cara Memilih Tempat Kursus Komputer Yang Bagus dari Taufik Iawan
Computer course atau bahasa kitanya Kursus komputer merupakan bagian dari proses pendidikan luar sekolah
yang tergolong pendidikan ketrampilan untuk menunjang persaingan global dimasa depan. Pendidikan yang diberikan dalam kursus
ini, berhubungan dengan aktivitas yang berkaitan dengan komputer. Baik itu
terkait dengan kegiatan dasar komputer, bahasa program maupun yang terkait
dengan masalah teknis seperti reparasi komputer.
Sekitar akhir tahun 90-an, kursus komputer demikian banyak diminati oleh
masyarakat. Hal ini terkait dengan kondisi bahwa tekhnologi komputer merupakan
hal baru yang dianggap canggih. Selain itu, bagi para pencari kerja, memiliki
sertifikat ketrampilan komputer akan memberikan nilai tambah dalam proses seleksi
kerja.
Pada tahun-tahun tersebut, jenis kursus komputer yang diminati masih
terbatas pada jenis pengenalan dasar komputer. Beberapa program dasar yang
menjadi materi ajar seperti pengenalan program Words, Excel atau juga Power
point dan ditambah dengan pengetahuan internet. Hal ini terkait bahwa
program-program komputer tersebut merupakan program yang paling banyak
digunakan dalam aplikasi sehari-hari.
Namun seiring perkembangan tekhnologi komputer, materi yang diajarkan
dalam kursus komputer pun mengalami pergeseran. Pada saat ini, beberapa materi
yang menjadi favorit masyarakat adalah jenis materi yang terkait dengan program
spesialisasi. Seperti materi desain grafis atau juga pengolahan data dan juga
materi tentang akuntansi.
Cara Memilih Tempat Kursus Komputer Yang Bagus
Dengan makin banyaknya lembaga yang menawarkan jasa kursus komputer, hal
ini tentu memberikan banyak pilihan. Selain itu, persaingan antar lembaga
kursus tersebut, tentu akan membawa konsekuensi pada makin murahnya harga untuk
jasa pendidikan pada konsumen tersebut. Tentu ini akan menguntungkan konsumen.
Namun demikian, kita tidak boleh sembarangan memilih sebuah lembaga
kursus komputer. Hal ini terkait agar ketrampilan yang didapatkan bisa dicapai
dengan maksimal dan memiliki manfaat bagi diri kita. Berikut beberapa cara menetukan tempat kursus komputer di antaranya adalah :
1. Tentukan jenis ketrampilan
yang ingin kita kembangkan. Apakah kita hendak menambah ketrampilan di bidang
desain grafis atau pada masalah pengolahan data statistik atau hanya sekedar agar bisa mengetik surat saja :D.
2. Gali informasi tentang beberapa
lembaga kursus komputer yang menawarkan jasa pendidikan. Jangan mudah tergoda
oleh penawaran dengan harga murah. Yang paling utama adalah fasilitas apa saja
yang bisa didapatkan, serta latar belakang para pengajar. Hal ini mempengaruhi
kualitas pendidikan sebuah kursus komputer.
3. Tanyakan pada lembaga kursus
tersebut, apakah memiliki afiliasi dengan perusahaan untuk menyalurkan lulusan
dari lembaga kursus tersebut. Sebuah lembaga yang bonafid akan mampu memberikan
kemudahan pada lulusannya agar mudah memanfaatkan ketrampilan di dunia kerja
selepas mengikuti kursus. Walaupun point 3 ini tidak mutlak tetapi tidak ada salahnya ditanyakan untuk mengetahui kondisi sebuah lembaga kursus komputer yang memang benar-benar berkualitas
Belajar Optimasi SEO On Page - Sebelumnya kita sudah membahas salah satu komponen Optimasi SEO Off Page yaitu Cara Mudah Mendapatkan Backlink Gratis Hingga 1,953,125. Kali ini kita akan membahas tentang SEO On Page. Tapi pada awalnya kita perlu tahu apa sih optimasi SEO On Page itu apa ?? Sederhananya sih.... hal-hal atau apa saja yang harus kita lakukan terhadap situs web untuk mengoptimalkannya. Pada saat merancang sebuah situs web kita harus menyelesaikan beberapa hal terkait dengan search engine untuk membantu mesin pencari menemukan situs web yang telah kita buat, yang kemudian hari kita kenal sebagai optimasi On Page.
Saya rasa definisi optimasi SEO On Page sudah jelas. akan menjadi lebih jelas lagi ketika saya akan membahas dengan beberapa contoh. Optimasi On Page memainkan peran penting dalam Search Engine Optimization. Akibatnya jika kita lakukan kesalahan dalam optimasi On-Page maka Search Engine akan sulit mengetahui atau menemukan situs yang ttelah kita buat.
Apa Saja Yang Terpenting Dalam Optimasi SEO On Page
Jadi, kita perlu untuk memanfaatkan optimasi ini dengan baik dan benar .Di sini adalah isu-isu yang berkaitan dengan Optimasi SEO On-Page.
1) Keyword Research
2) Meta Tag dan Meta Description
3) Konten
4) Site Map
5) Google Site Map
Ada banyak topik seputar SEO On Page tetapi bagian yang saya sebutkan di atas merupakan prioritas dalam SEO On Page jadi jika Anda dapat mengumpulkan pengetahuan tentang topik yang disebutkan Anda tidak perlu terlalu pusing belajar tentang optimasi On Page
Kali ini taufikirawan akan mengulas tentang Motor Sport Racing Kencang Yamaha R15 Dan Yamaha R25. Saya pribadi kalau ingat Yamaha, pasti ingat sama iklan produk motor bebek Yamaha yang dibintangi Komeng Cs dan produk itu bisa meruntuhkan sebuah jembatan :). Itu motor bebeknya Yamaha, gimana kalo motor sportnya, gak kebayang yang runtuh apa’an. Kehadiran Yamaha YZF-R25 dan YZF-R15 menjadi motor sport paling diminati konsumen Indonesia.
Motor Sport Racing Yamaha R25 dan Yamaha R15 menghadirkan keunggulan yang tidak ada pada kompetitornya.. Popularitas Motor Sport Racing Yamaha R15 makin menguat di pasar Indonesia. Itu ditandai dengan kenaikan penjualannya di bulan Juni, sekaligus mendukung penjualan segmen sport Yamaha. Strategi pemasaran melalui media online untuk Motor Sport Yamaha R25 dan Yamaha R15 ternyata mendapat sambutan luar biasa. Untuk Motor Sport Yamaha R25 saja dalam waktu 25 jam sudah mencapai 2.600 unit. Sedangkan Yamaha R15 dalam waktu satu hari inden online, langsung terpesan 1.500 unit.
Motor Sport Racing Kencang Yamaha R15 Dan Yamaha R25
Segmen Motor Sport Kencang Yamaha R15 dan Yamaha R25 Indonesia di bulan Juni dan sepanjang 6 bulan pertama tahun ini dipimpin Yamaha. Di bulan Juni 49.516 unit dan Januari – Juni 271.658 unit. Selain Yamaha R15 yang tengah mencuat, V-Ixion tetap jadi Raja Motor Sport Indonesia dengan 40.249 unit terjual di bulan Juni dan 236.327 unit pada Januari – Juni. Kontribusinya untuk segmen sport Yamaha 81% untuk total penjualan sport di bulan Juni dan 87% buat total hulan Januari – Juni. Berikut kami akan kupas kelebihan Yamaha R15 dan Yamaha R25 dari berbagai sisi langsung dari sumbernya
Bila menyimak Yamaha R25, pengembangan dimulai dari lintasan balap Yamaha YZR-M1 dan bahkan melibatkan pembalap juara dunia MotoGP, Valentino Rossi. Wajarlah bila Yamaha R25 disebut sebagai Baby M1. Mengusung tema “Rev Your Ego” Yamaha R25 memiliki keunggulan yang disuguhkan pada konsumen yakni Revs the engine – Hear it Roars – Feel the power.
Body Yamaha R25 dan Yamaha R15
“Revs the Engine – Hear it Roars – Feel the Power!”
Yamaha YZF-R25 merupakan sebuah superbike diciptakan dengan segenap pengetahuan, passion dan pengalaman para engineers Yamaha yang telah teruji dan terakumulasi selama puluhan tahun di dunia balap internasional. Rasakan sensasi berkendara dengan Superbike yang dapat Anda kendarai setiap hari, di dalam maupun di luar sirkuit. Memiliki YZF-R25 berarti menunjukkan kepada dunia bahwa Anda siap menaklukkan setiap tantangan dan menjadi “Semakin Di Depan!. Yamaha YZF-R25 memiliki 3 warna spesial yang bisa Anda pilih yakni Diablo RED, Racing Blue dan Predator BLACK.
Berlatar dari Yamaha V-Ixion maka Motor Sport Kencang Yamaha R15 dan Yamaha R25 ini lahir mulai dari keandalan dan ketangguhan layaknya V-Ixion. Kalau kita lihat bersama memang V-Ixion saat ini menjadi momok motor yang luar biasa, saya merasa sendiri memilikinya sesuatu yang mewah dan ibarat motor kanan kirinya tak tampak wibawa sebab karisma motor ini bahkan seolah hilangnya kewibawaan motor-motor lain, ini mungkin sama di kacamata Anda. Apalagi motor yang satu ini “Yamaha R15″, motor yang lebih dari V-Ixion dengan tampilan dan desain yang lebih sporty dengan penuh gaya.
Mesin Yamaha R25 dan Yamaha R15
“Superior Engine -Worldwide Class Quality” Motor Sport Racing KencangYamaha R15 dan Yamaha R25 walaupun dikemas sebagai motor sport 250 cc dan berkarakter predator tapi tetap andal dan nyaman dikendarai harian. Karena Yamaha R25 mengusung tiga hal penting ; Fastest, Lightest dan Advanced.Yamaha R25 memakai mesin 4 langkah, 2 silinder segaris berkapasitas 250 cc, DOHC direct drive camshaft 8 katup. Adapun kompresinya mencapai 11,6:1.
Untuk motor sport di kelas 250 cc, performa Yamaha R25 paling terbesar mencapai 36 hp pada 12.000 rpm dan torsi 22,6 Nm pada 10.000 rpm. Sementara Yamaha R15 terlahir dari keandalan dan ketangguhan Yamaha V-Ixion. Mengusung daya tahan mesin 150 cc yang disempurnakan termasuk penggunaan transmisi enam percepatan.
Mesin Motor Sport Yamaha R15 dan Yamaha R25adalah mesin generasi terbaru yang mewarisi DNA Superbike R-Series Yamaha berkapasitas 250cc, 2 inline, cylinders, DOHC, 8 volves, berpendingin cairan, Fuel injection, Diasil cylinder & Forged Piston, dipadukan dengan desain body yang lightweight dan center gravity yang sempurna, menghasilkan handling serta power to weight ratio yang terbaik di kelasnya.
Demikian ulasan tentang Yamaha R15 dan Yamaha R25 mudah-mudahan bisa berguna bagi pembaca sekalian
Pada masa kekhalifahan beliau, Umar bin Khatab adalah khalifah yang selalu berjalan tengah malam untuk mengetahui keadaan kota dan keadaan rakyatnya. Dengan inspeksi langsung inilah amirul mukminin kedua ini dapat mengetahui kondisi rakyatnya secara sebenar-benarnya. Masa telah lewat malam saat beliau melewati sebuah rumah yang dari luar terdengar seorang pria di dalam rumah yang sedang asyik tertawa. Semakin beliau mendekat, beliau juga mendengar suara gelak tawa wanita.
Khalifah Umar bin Khatab mengintip rumah tersebut lalu memanjat jendela dan masuk ke rumah tersebut. Beliau menghardik pria tersebut dengan berucap:
“Hai hamba Allah! Apakah kamu mengira jika Allah akan menutup aib dirimu sedangkan kamu berbuat maksiat!!”
Pria yang dihardik tersebut tetap tenang dengan lalu menjawab tuduhan Umar dengan berkata:
“Wahai Umar, jangan terburu-buru, mungkin hamba melakukan satu kesalahan, tapi anda melakukan tiga kesalahan,” jawab pria itu. Umar bin Khatab hanya terpaku, si pria meneruskan bicara.
“Yang pertama, Allah berfirman: jangan kamu (mengintip) mencari-carai kesalahan orang lain (Al Hujurat:12) dan anda telah melakukan hal tersebut dengan mengintip ke dalam rumah hamba,” kata pria tersebut.
“Yang kedua, Allah berfirman: masuklah ke rumah-rumah dari pintunya (Al Baqarah: 189) dan anda tadi menyelinap masuk ke dalam rumah hamba melalui jendela,” papar pria tersebut.
“Dan yang ketiga, anda sudah memasuki rumah hamba tanpa ijin, padahal Allah berfirman: jangan kamu masuk ke rumah yang bukan rumahmu sebelum kamu meminta izin (An-Nur: 27),” lanjut si pria
Menyadari bahwa dirinya juga salah, Umar lantas berkata, “apakah lebih baik disisimu jika aku memaafkanmu?” lantas pria tersebut menjawab, “Ya, amirul mukminin”. Umar pun memaafkan pria tersebut dan berpamitan pergi dari rumah tersebut.
Dari cerita diatas, dapat kita tengok bahwa seorang imam besar, pemimpin umat seperti amirul mukiminin Umar bin Khatab yang tersohor tersebut mau mendengarkan nasehat orang lain, bahkan orang yang bersalah. Nasehat itu tidak perlu dilihat siapa yang berkata, namun harus dilihat apa yang dinasehatkan. Selain itu kita juga harus selalu mengembangkan prasangka baik kepada siapapun, terutama saudara sasama muslim.
Janganlah mencari-cari kesalahan mereka. Misalnya, tidak berjumpa di pengajian, kita sudah berpikir bahwa ia lalai dari mengingat Allah, tidak jumpa di shalat Jum’at, ia kita anggap mementingkan dunia. Bahkan ketika kita melihat pria sedang bersenda gurau dengan lawan jenis, kita anggap bahwa dia telah terkunci mata hatinya. Dengan prasangka seperti itu, bisa jadi kita telah melakukan kesalahan yang lebih besar dibandingkan saudara kita tersebut. Oleh karen itu mari kita kembangkan sikap berprasangka baik kepada siapapun.
Berdasarkan hasil penelitian antroplogi, suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan (Borneo) bukanlah penduduk asli. Penduduk asli pulau Borneo yang pertama dengan ciri-ciri fisik rambut hitam keriting, kulit hitam, hidung pesek dan tinggi badan rata-rata 120-130 cm. Mereka digolongkan ke dalam suku bangsa negrito sebagaimana yang masih terdapat sisa-sisanya dalam kelompok kecil di malaysia bagian utara.
Di pulau Kalimantan kelompok suku bangsa negrito ini diduga telah musnah setelah datangnya suku bangsa baru yang ber-migrasi dari benua asia sebelah timur yaitu dari Cina. Menurut ahli etnologi, di asia pada awal-awal abad masehi pernah dua kai terjadi perpindahan bangsa-bangsa yang terjadi pada abad ke II dan yang ke dua terjadi pada abad ke IV. Suku bangsa yang datang dan akhirnya mendiami pulau Kalimantan (Borneo) sebagian besar datang pada perpindahan bangsa-bangsa yang kedua yaitu pada abad ke-IV.
Terjadinya perpindahan bangsa-bangsa ini dilakukan untuk menghindari kekejaman suku bangsa Tar-tar dari Utara yang terjadi sejak zamannya Jengis Khan. Kelompok bangsa yang berpindah itulah yang menjadi cikal bakal terbentuknya bangsa baru seperti Jepang, Taiwan, Philipina dan suku bangsa di Indonesia antara lain suku bangsa di Manado-Gorontalo-Toraja di Sulawesi ; suku-suku di Riau kepulauan, Suku Batak-Nias di Sumatera; serta suku Dayak di Kalimantan.
Cerita mengenai asal usul suku Dayak dimulai sekitar 3000-1500SM, ketika benua Asia dan Kalimantan masih menyatu. Dari banyak cerita dan teori yang pernah dikemukakan, memang yang paling diterima mengenai asal usul suku Dayak di kalimantan adalah teori imigrasi bangsa China.
Pada saat itu (3000-1500SM), terjadi perpindahan penduduk dari Yunan secara besar-besaran. Migrasi penduduk tersebut dilakukan dalam kelompok kecil, namun kontinyu atau bergelombang. Mereka mengembara ke Tumasik dan semenanjung Melayu. Mereka melintasi daratan, menjelajah hutan dan pegunungan hingga sampai di wilayah Indonesia, tepatnya di daratan Kalimantan.
Pada migrasi gelombang pertama, kelompok negroid dan weddoid berhasil menginjakkan kaki dengan selamat di wilayah pantai Kalimantan. Setelah itu, migrasi gelombang kedua yang jumlah kelompoknya jauh lebih banyak berhasil pula tiba di Kalimantan. Kelompok yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ini oleh beberapa ahli disebut Proto-Melayu, sedangkan yang melakukannya di gelombang kedua disebut Deutro-Melayu.
Bangsa China dari Yunan itu memasuki Kalimantan pada zaman kerajaan Dinasti Ming antara tahun 1368 - 1643. Tujuan utama bangsa China tersebut adalah berdagang. Sepanjang perjalanan, di setiap daerah yang mereka lewati, mereka memperdagangkan barang-barang yang mereka bawa seperti candu, sutera, barang pecah belah yang antara lain adalah piring, cangkir, mangkok, guci dan berbagai macam keramik lainnya.
Kedua kelompok imigran yang sebenarnya berasal dari negeri yang sama itu akhirnya hidup berdampingan dan menetap di Kalimantan. Dari hanya berdagang, lama-kelamaan terjadi percampuran penduduk melalui perkawinan. Anak-anak hasil perkawinan dua kelompok imigran itulah yang akhirnya menjadi suku Dayak.
Asal usul suku Dayak ini diceritakan turun temurun dari mulut ke mulut. Dan karena percampuran dengan bangsa China itulah banyak anak-anak suku Dayak yang berwajah oriental, sangat mirip dengan anak-anak China. Bermata sipit dan berkulit kuning langsat.
Bahkan, gadis-gadis Dayak terlihat lebih cantik daripada gadis China sebenarnya. Gadis-gadis Dayak tersebut terlihat lebih eksotik. Suku Dayak, hasil dari percampuran itu, akhirnya menyebar hampir ke seluruh daerah di Kalimantan. Mereka menyisir sungai-sungai, kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan.
Aktivitas suku Dayak dari China terus berlanjut dan percampuran pun terus terjadi. Perempuan atau laki-laki suku Dayak generasi berikutnya menikah dengan sesama penduduk setempat atau menikah dengan keturunan bangsa China yang menetap di daerah mereka. Akhirnya, aktivitas ini menciptakan asal usul suku Dayak baru, yang disebut suku Dayak murni.
Asal Usul Suku Dayak - Masuknya Majapahit ke Kalimantan
Diceritakan dalam asal usul suku Dayak bahwa suku Dayak juga pernah membentuk sebuah kerajaan yang dinamai "Nansarunai Usak Jawa" atau kerajaan Dayak Nansarunai. Namun, kerajaan ini hancur akibat ekspansi kerajaan Majapahit yang ingin memperluas wilayah kekuasaannya.
Masuknya kerajaan Majapahit ke Kalimantan menghadirkan kesedihan karena telah menghancurkan kerajaan yang dibangun suku Dayak. Dengan peristiwa tersebut, masyarakat suku Dayak mulai menyebar ke berbagai pedalaman agar tidak tersentuh oleh pengaruh Majapahit.
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya nenek moyang suku Dayak berasal dari wilayah pegunungan Yunan bagian selatan berbatasan dengan Vietnam sekarang. Kelompok migran yang masuk ke wilayah Kalimantan Tengah sekarang dan menjadi nenek moyang bagi sebagian besar orang/suku Dayak di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari perpindahan bangsa-bangsa ke II pada abad ke IV. Diduga mereka masuk ke Kalimantan Tengah melalui sedikitnya 3 (tiga) koridor yaitu :
1. Koridor I dari Kalimantan Barat menyusuri sungai Kapuas sehingga akhirnya menyeberang/melintas pegunungan Schwaner.
2. Koridor II dari Kalimantan Timur melalui Kabupaten Kutai Barat sekarang
3. Koridor III dari Kalimantan Timur melalui Kabupaten Paser sekarang
Berdasarkan legenda dan cerita para pendahulu, nenek moyang suku Dayak yang mendiami Kalimantan Tengah sama sekali tidak ada kelompok yang masuk dari muara-muara sungai di sebelah selatan wilayah Kalimantan Tengah yaitu dari arah laut Jawa. Seluruhnya masuk ke wilayah Kalimantan Tengah sekarang melalui bagian utara dan timur.
Dalam puisi TETEK TATUM di sebutkan bahwa nenek moyang orang Dayak berasal dari Kerajaan Langit, diturunkan dengan ”Palangka Bulau” di (1) Tantan Puruk Pamantuan (2) Tantan Liang Mangan Puruk Kaminting dan (3) Puruk Kambang Tanah Siang. Perlu diketahui juga bahwa yang dimaksud ”Kerajaan Langit” dimaksudkan menunjuk kepada kerajaan-kerajaan di Cina pada waktu itu.
Menurut legenda, nenek moyang orang Dayak Ngaju berasal dari suatu kerajaan yang terletak dilembah pegunungan Yunan Selatan di Cina Barat Laut. Raja tersebut bergelar THA WONG yang berarti raja besar. Hal ini disebut-sebut dalam puisi TETEK TATUM dengan sedikit perubahan dari THA WONG menjadi TAHAWONG. Oleh karena itu tidak mengherankan jika dikalangan suku Dayak ada beberapa keluarga dalam memberikan nama bagi anak laki-laki yang lahir dikeluarganya dengan antara lain ; Tahawong, Sahawong, Sawong, Tewong atau Siwong.
Salah satu kelompok migran dari THA WONG tersebur masuk ke Kalimantan Tengah sekarang di duga melalui Kalimantan Barat, dengan menyusuri sungai Kapuas. Dalam mencari tempat pemukiman baru yang aman akhirnya kelompok tersebut menyebarangi sebuah pegunungan (Schwaner). Pemukiman pertama di duga di bangun di hulu anak sungai Katingan antara lain sungai Samba dan sungai Baraoi. Daerah tersebut biasa di kenal dengan sebutan DAHTAH HOTAP. Hingga saat ini di tempat itu masih terdapat puing-puing betang yang sangat besar. Betang tersebut pada masanya dipastikan sangat kokoh. Tiang-tiang betang dibuat dari kayu ulin yang berdiameter anatar 60-70 cm. Dari betang inilah diduga penyebaran kelompok–kelompok kecil kesebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.
Salah satu kelompok kecil yang di pimpin ”Ongko Kalangkang” pindah ke arah timur dan akhirnya menetap di hulu sungai Kahayan, yaitu di desa Tumbang Mahuroi sekarang. Warga suku Dayak Ngaju mengakui bahwa ”Ongko Kalangkang” adalah nenek moyang mereka dan merupakan cikal bakal adanya suku Dayak Ngaju. Dalam bahasa Ngaju, kata ongko berarti orang tua, persis sama seperti bahasa Cina. Kata Kalangkang merupakan pertautan 3 (tiga) kata yaitu; Ka (atau kho)-La dan Kang.
Migrasi Ongko Kalangkang ke hulu sungai Kahayan (Tumbang Mahuroi) disertai 7 (tujuh) keluarga dan anak menantunya. Atas kesepakatan bersama, maka ke tujuh keluarga anak-menantunya tersebut menyebar mencari tempat pemukiman baru dengan cara menyisir sungai Kahayan ke arah hilir (selatan). Dengan menggunakan rakit-rakit yang dibuat dari bambu dan kayu, rombongan ke-7 keluarga tersebut melakukan perjalanan untuk mencari tempat-tempat pemukiman baru yang cocok.
Dengan demikian di sepanjang sungai Kahayan akhirnya terbangun 8 (delapan) perkampungan asal yang merupakan kampung generasi pertama, yaitu :
1. Tumbang Mahuroi (Ongko kalangkang)
2. Tumbang Pajangei (anak laki-laki)
3. Tampang (anak laki-laki)
4. Sepang Simin (anak laki-laki)
5. Bawan (anak perempuan)
6. Pahawan (Anak perempuan)
7. Bukit Rawi (Anak perempuan)
8. Pangkoh (anak Perempuan)
Dalam buku ”MANESER PANATAU TATU HIANG” atau Menyelami Kekayaan Leluhur yang di susun oleh Dra. Nila Riwut, 2003 halaman 59 tentang ”Asal-usul Suku Bangsa Dayak” dikemukakan adanya pendapat orang lain yang menyebutkan bahwa suku Dayak berasal dari proto-melayu/melayu tua (Maneser Panatau Tatu Hiang, tahun 2003, halaman 59)
Pendapat tersebut diatas sangat spekulatif dan kurang beralasan. Pegunungan Yunan letaknya di wilayah Cina barat laut. Ras Melayu jelas tidak berasal dari Benua Asia Timur tersebut. Nenek moyang orang Dayak Kalimantan Tengah jelas menyebar dari arah utara yaitu dari daerah hulu sungai. Penyebaran terbalik bukan dari muara sungai sebelah selatan Kalimantan Tengah melainkan menyebar dari arah utara dan dari arah timur, artinya justru menyebar dari arah hulu sungai.
Dengan demikian asal-usul orang Dayak dapat disimpulkan bukan dari ras melayu melainkan lebih tepat dari ras Neo-mongolik. Berpindahnya nenek moyang suku Dayak dari daerah asal (pegunungan Yunan) dapat dipastikan telah mempunyai kebudayaan yang tinggi. Hal tersebut dibuktikan bahwa mereka telah memiliki kemampuan navigasi yang memungkinkan mereka berlayar menyeberangi laut Cina Selatan. Ditempat yang baru mereka telah mampu mengenal batu-batuan yang mengandung bijih besi, memproses besi besi menggunakan tanur yang dibuat sendiri. Hasil besi yang diproses itu disebut dengan ”Sanaman Mantikei” atau besi Mantikei yang terkenal sangat kuat.
Pada zaman sebelum kemerdekaan sampai beberapa tahun awal kemerdekaan, di sekolah-sekolah khusus mata pelajaran ilmu bumi menggunakan buku atlas yang diadakan pemerintah. Khusus pada peta pulau Kalimantan untuk menunjukan nama-sama sungai tertulis antara lain : Dayak Kapuas (besar), Dayak Ketapang, Dayak Lamandau, Dayak Arut, Dayak Kapuas , dll
Dengan demikian yang dimaksud dengan Dayak adalah sungai. Kata Dayak yang artinya sungai tersebut terdapat pada satu anak suku Benuaq di Kalimantan Timur serta bahasa lokal di Kalimantan Barat dan Serawak.
Pada awal abad ke-XIX seorang ilmuwan barat sekaligus missionaris telah melakukan perjalanan panjang selama bertahun-tahun untuk suatu penelitian tentang suku bangsa dan budaya penduduk yang mendiami pulau Kalimantan. Pada saat itu sungai merupakan satu-satunya prasarana perhubungan dari satu kampung ke kampung lain.
Di setiap aliran sungai ilmuwan tersebut menyusuri sungai dengan menggunakan perahu yang didayung oleh tenaga upahan dari penduduk setempat. Apabila sampai pada suatu kampung, ia bertanya kepada pengantarnya (guide) tentang nama kampung dan suku bangsa yang mendiami tempat itu. Namun sampai berakhirnya seluruh perjalanan penelitian tersebut, ternyata bahwa semua suku bangsa yang ia temui belum mempunyai nama. Oleh karena itulah didalam tulisan akhirnya ilmuwan tersebut menyimpulkan bahwa suku bangsa yang mendiami pulau Kalimantan diberikannya nama suku Dayak yang artinya suku bangsa yang bermukim di sepanjang tepi sungai.
Perkembangan penduduk dan perkembangaan kampung-kampung baru menjadi sangat pesat. Dari Kahayan inilah penyebaran penduduk terjadi ke arah barat (Sungai Rungan, Katingan, Mentaya, Seruyan, Arut dan Lamandau); ke arah timur dan selatan (sungai Kapuas, Kapuas Kuala, Barito Kuala, Barito Tengah dan sebagian Barito Hulu).
Memurut Tjilik Riwut dalam bukunya ; Kalimantan Memanggil (1958), suku Dayak Ngaju merupakan suku induk dan terbagi atas 4 (empat) suku besar yaitu :
1. Suku Ngaju dengan 53 anak suku
2. Suku Maanyan dengan 8 anak suku
3. Suku Lawangan dengan 21 anak suku
4. Suku Dusun dengan 24 anak suku
Hampir seluruh wilayah propinsi Kalimantan Tengah sekarang dihuni oleh warga masyarakat yang tergabung ke dalam suku Dayak Ngaju (dan anak suku). Kecuali sedikit warga seperti sebagian hulu anak-anak sungai Katingan, hulu sungai Kapuas dan hulu sungai Barito di huni oleh suku Ot Danum, Ot Siang, Ot Punan dan Ot Kareho. Nenek moyang suku-suku Ot ini kemungkinan besar memasuki Kalimantan Tengah memalui koridor I dan koridor II dari arah Kalimantan Timur.
Bahasa yang digunakan sebagai bahasa komunikasi antar warga dari berbagai suku, disamping menggunakan bahasa ibu adalah bahasa Ngaju. Bahasa Dayak Ngaju juga berfungsi untuk menjadi bahasa pengantar atau lingua franca pada sebagian besar suku-suku di Kalimantan Tengah.
Hubungan Suku Bukit ”Meratus” dengan Ngaju
Penyebutan Dayak merupakan suatu label yang dipergunakan untuk menyebut ratusan suku bangsa asli yang mendiami Borneo. Memang terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang pengertian dari istilah “dayak”. Lindbald menyatakan, bahwa kata Dayak berasal dari kata “daya” (bahasa Kenyah) yang mempunyai pengertian “hulu sungai” atau “pedalaman”. Sementara itu, menurut Riwut, istilah “dayak” dapat dirunut dari bahasa orang Dayak Sahawung, “dayak” atau “daya” berarti “kekuatan”. Namun, pengertian ini menurut Riwut, juga sering disalahartikan oleh orang-orang Melayu atau orang pendatang di Kalimantan, bahwa “dayak” berarti “orang gunung”. Mengapa mereka menyebut sebagai Orang Gunung, karena orang-orang Melayu sering mengucapkan kata “dayak” untuk menyebut suku-suku asli di Kalimantan yang tinggal di gunung (bukit) atau di pedalaman. Demikian juga yang terjadi di daerah Hulu Sungai Selatan (Kandangan), orang-orang Banjar seringkali menyebut “orang dayak” untuk menunjuk pada penduduk asli yang tinggal di perbukitan sepanjang pegunungan Meratus.
Menurut Tjilik Riwut, Suku Dayak Bukit merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju.
Mungkin adapula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.
Silsilah suku Bukit;
Suku Dayak (suku asal), terbagi 5 suku besar / rumpun:
* Dayak Laut (Iban)
* Dayak Darat
* Dayak Apo Kayan / Kenyah-Bahau
* Dayak Murut
* Dayak Ngaju / Ot Danum, terbagi 4 suku kecil:
o Dayak Maanyan
o Dayak Lawangan
o Dayak Dusun
o Dayak Ngaju, terbagi beberapa suku kekeluargaan :
+ Dayak Bukit
• dan lain-lain
Menurut Alfani Daud, suku Dayak Bukit sebagaimana suku Banjar, nenek moyangnya juga berasal dari Sumatera dan sekitarnya ( daerah Melayu). Karena itu ada pulanya yang menamakan sebagai "Melayu Bukit" (Bukit Malay).
Suku ini dapat digolongkan sebagai suku Dayak, karena mereka teguh memegang kepercayaan atau religi suku mereka. Akan tetapi religi suku ini, agak berbeda dengan suku Dayak di Kalimantan Tengah (Suku Dayak Ngaju), yang banyak menekankan ritual upacara kematian. Suku Dayak Bukit lebih menekankan upacara dalam kehidupan, seperti upacara pada proses penanaman padi atau panen. Suku Dayak Bukit juga tidak mengenal tradisi Ngayau yang ada jaman dahulu pada kebanyakan suku Dayak.
Upacara ritual suku Dayak Bukit, misalnya "Aruh Bawanang". Tarian ritual misalnya tari Babangsai untuk wanita dan tari Kanjar untuk pria. Suku Bukit tinggal dalam dalam rumah besar yang dinamakan balai.
Balai merupakan rumah adat untuk melaksanakan ritual pada religi suku mereka. Bentuk balai, "memusat" karena di tengah-tengah merupakan tempat altar atau panggung tempat meletakkan sesajen. Tiap balai dihuni oleh beberapa kepala keluarga, dengan posisi hunian mengelilingi altar upacara. Tiap keluarga memiliki dapur sendiri yang dinamakan umbun. Jadi bentuk balai ini, berbeda dengan rumah adat suku Dayak umumnya yang berbentuk panjang (Rumah Panjang).
Bahasa Dayak Bukit, menurut penelitian banyak kemiripan dengan dialek Bahasa Banjar Hulu. Ada pula yang menamakan bahasa Bukit sebagai "bahasa Banjar archais". Bahasa Bukit termasuk Bahasa Melayu Lokal yang disebut Bahasa Melayu Bukit.Berbeda dengan Riwut, penelitian Noerid Haloei Radam membuktikan bahwa orang Dayak Bukit tidaklah serumpun dengan orang Dayak Ngaju, namun mereka lebih dekat dengan atau serumpun dengan orang Banjar
Kedekatan ini dibuktikan dengan adanya kesamaan bahasa dan adanya kesamaan nenek moyang dan sistem religi yang dipercayainya.
Berdasarkan pengamatan yang pernah dilakukan oleh Moh. Soehadha pada tahun 2003 dan tahun 2004, ia berpendapatan bahwa orang Dayak Meratus (Bukit) memiliki rumpun yang sama dengan orang Banjar Hulu. Pendapat tentang kesamaan rumpun suku antara Dayak Meratus dengan orang Banjar Hulu dapat dibuktikan dari cerita-cerita yang dituturkan oleh para tokoh adat Dayak Meratus yang berisi tentang kesadaran dan pengakuan bahwa nenek moyang orang Dayak Meratus umumnya adalah orang Banjar Hulu yang mendiami wilayah Kayu Tangi (Martapura).
Budaya Rumah Betang
Sejak lebih dari 1500 tahun yang lalu kehidupan nenek moyang masyarakat Dayak yang datang ke pulau Kalimantan merupakan masyarakat yang telah memiliki budaya yang tinggi. Namum dalam perkembangannya ditanah yang baru (Kalimantan tengah) kebudayaan mereka tidak berkembang bahkan cenderung mengalami kemunduran.
Dalam kurun waktu sebelum Perdamaian Tumbang Anoi pada tahun 1894 masyarakat Dayak bermukim terpisah-pisah di perkampungan yang tersebar di sepanjang tepi sungai. Sesuai dengn kebutuhannya untuk tempat tinggal dibangun rumah panjang yang disebut ”Betang”dan menampung seluruh keluarga yang menjadi warga ”Betang”tersebut. Apabila perkampungan dirasakan sebuah Betang sudah tidak mencukupi,maka atas mufakat bersama dibangun betang baru. Betang sebagai tempat hunian bersama di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah dan masih bertahan sampai menjelang abad ke-XIX.
Betang juga bisa diterjemahkan dengan Rumah besar dan Panjang. Dan dalam bahasa ngaju adalah huma hai yang artinya rumah besar. Ukuran betang bervariasi sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang mendiaminya. Dalam sejarah perkembangan masyarakat Dayak ada betang yang sangat besar dan panjang yang dihuni oleh warga kurang lebih 100 kepala keluarga. Ada juga betang ukurannya relatif kecil dan dapat menampung 10-20 kepala keluarga.
Pada zaman dulu,pada suatu lokasi perkampungan dibangun hanya 1 (satu) buah rumah betang sebagai tempat hunian seluruh warga. Namun dalam perkembangannya mulai pertengahan abad ke XIX mulai muncul perkampungan yang terdiri dari 2-3 betang dengan ukuran kecil. Kontruksi rumah betang dibangun dengan menggunakan tiang-tiang penopang yang sangat kokoh dari kayu ulin. Bahkan pada puing-puing betang yang ada di Datah otap di bagian hulu sungai samba-baraoi tiang-tiang ulin tersebut berukuran 60-70 cm. Bangunan betang bisa mencapai ketinggian 5-6 meter dari permukaan tanah dengan tangga lokal (hejan)2-3 tingkat. Tingginay bangunan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi serangan binatang buas dan musuh sehingga senjata tombak musuh tidak akan mencapai lantai betang.
Oleh karena itu betang dalam istilah Dayak ngaju di sebut ”Betang panjang palataran lumbah,Huma hai bendera gantung”. Secara keseluruhan rumah betang meliputi ; betang panjang,Balai basara,Balai Garantung,Lepau (Lumbung padi),Sandung,Patahu,Batang talian (termasuk fasilitas MCK dan tambatan perahu). Di dalam betang ini juga dibangun ruangan khusus untuk seorang gadis dan keluarga terpandang yanmg dipingit samapi gadis tersbut menikah. Selam dalam pingitan tersebut,sang gadis di beri pelajaran kepandaian seorang putri seperti merajut,menenun,menganyam serta pelajaran tentang kepribadian,etika adat istiadat dan lain-lain.
Dalam betang sebagai hunian baik untuk seluruh atau sebagian warga perkampungan ikut bertumbuh kembang kebudayaan,adat kebiasaan dan hukum adat masyarakat dayak. Warga betang dipimpin oleh kepala betang dibantu oleh perangkat organisasi dilingkungan betang tersebut sebagai suatu perkampungan. Berbagai hal menyangkut kepentingan bersama dibahas melaui musyawarah untuk mufakat.
Seiring dengan perkembangan zaman lebih-lebih dampak dari masuknya kebudayaan dari luar,maka betang sebagai tempat hunian bersama menjadi kurang menarik dan makin lama makin ditinggalkan. Arus kehidupan modern yang lebih bersifat individualistis serta pengaruh berkembangnya pendidikan,ilmu pengetahuan dan teknolog,secara perlahan dan pasti betang sebagai bentuk tempat hunian bersama tidak dipertahankan lagi. Betang-betang yang masih ada sampi saat inimerupakan sisa-sisa betang yang dibangun pada abad ke-XIX atau sebelumnya. Sampai saat ini saat ini di Kalimantan Tengah hanya terdapat belasan rumah betang yang tersebar di berbagai kabupaten.(lampiran gambar.....)
Meskipun demikian dewasa ini kembali disadari bahwa kearifan dan kebijakan yang diterapkan oleh kepala betang masa lampau beserta organisasi perangkatnya ternyata memiliki nilai budaya yang luhur dan tinggi. Banyak tokoh masyarakat dan budayawan daerah berpandangan adalah menjadi kewajiban bersama untuk mengangkat dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam masyarakat betang menjadi falsafah hidup yaitu falsafah budaya betang.
Sumber :
(adat istiadat Dayak Ngaju- Pemerintah Kota Palangkaraya-Pusat Budaya Betang 2003)
Mandauberasal dari asal kata "MAn-Da-U" adalah nama seseorang yang datang ke pulau kalimantan yaitu dari suku kuno china "Namman" atau Barbar Selatan. Man Da U adalah nama seseorang yang pertama membuat bentuk senjata pedang yang menyerupai bentuk bilah pedang/parang mandau saat ini.
Mandau
Man Da U datang ke pulau kalimantan beserta para tawanan perang Bangsa Barbar Selatan, ada laki-laki dan perempuan kemudian mereka dipekerjakan menjadi budak dan mengabdi kepada Man Da U. Man Da U datang ke kalimantan untuk mencari hasil alam, dia berkeliling ke sungai-sungai dan membentuk kelompok-kelompok dari tempat satu dan tempat lainnya. Tubuh-tubuh mereka ditandai dengan ukiran-ukiran tato agar mereka mengenal setiap kelompok klan yang mereka temui.
Man Da U terkenal kejam dan ahli dalam peperangan, kelompok klan mereka melawan bangsa-bangsa lain yang datang ke pulau kalimantan, termasuk bangsa Melayu dan Bangsa Austronesia, karena seringnya peperangan antar klan dan bangsa-bangsa yang datang ke pulau kalimantan, Man Da U menjadi terkenal dengan bilah senjatanya yang tajam dan suka memenggal kepala musuh-musuhnya (adat Pengayauan) hingga para bangsa lainnya tidak berani memasuki daerah mereka. Hingga sampai dengan sekarang Mandau menjadi sebutan nama sebuah senjata adat asli Pulau Kalimantan, orang-orang dahulu jika membuat senjata menamakan senjata mereka dengan sebutan senjata Mandau yang sakti seperti leluhur mereka Man Da U yang membawa adat Pengayauan (pemenggalan kepala musuh).
Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari kebudayaan Dayak di Kalimantan. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan parang, mandau memiliki ukiran - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang dibilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.
Nampaknya dari design Mandau adalah senjata sabet yang memang digunakan untuk memotong kepala, berbeda dengan dohong yang tidak didesign untuk memotong atau menyabet tetapi lebih pada prosesi ritual, maka teori saya pra penggunaan Mandau budaya kayau tidak dikenal oleh sub suku yang terlebih dahulu mendiami pulau Kalimantan (nanti kita akan diskusi mengenai pola migrasi suku-suku dayak). Budaya kayau kemungkinan adalah budaya yang dibawa oleh migrasi-migrasi akhir dari Yunnan China yang memperkenalkan senjata Mandau ini, migrasi akhir ini memasuki pulau Kalimantan di bagian utara (Serawak & Sabah), ini konsisten dengan kisah tetek tatum atau kisah kejadian suku dayak ngaju yang mula-mula mendiami hulu sungai Mahakam yang kemudian harus bermigrasi ke sungai Kahayan karena diserang oleh para kayau dari bagian utara. Bahkan didalam babad kisah tetek tatum ini tidak ditemukan ada cerita “kayau” baik itu dalam kisah Tambun & Bungai. Kayau kemudian baru dikenal sebagi bentuk pembalasan dendam, ini juga yang mendasari adanya korban manusia didalam prosesi tiwah. Penggunaak korban manusia adalah sebagai bentuk pemenuhan perintah orang tua yang kemungkinan adalah musuh yang pernah menyerang kampungnya.
Kampilan
Dan nampaknya persebaran pengaruh mandau tidak hanya di pulau Kalimantan tetapi dikenal oleh suku-suku di Filipina disebut dengan Kampilan. Senjata ini memiliki bilah yang mirip dengan mandau tetapi berbeda pada gagangnya. Bilahnya dihiasi kuningan atau emas berbetuk titik/bulat.
Bilah mandau terbuat dari lempengan besi yang ditempa hingga berbentuk pipih-panjang dan berujung runcing. Salah satu sisi mata bilahnya diasah tajam, sedangkan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul. Beberapa jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat mandau, yaitu: besi montallat, besi matikei, dan besi baja yang diambil dari per mobil, bilah gergaji mesin, cakram kendaraan, dan lain sebagainya. Menurut cerita masyarakat dayak, mandau yang paling baik mutunya adalah yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi sentuhan emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pada abad-abad ke-19an bilah Mandau sering dibuat dari monosteel seperti gir, namun sejatinya Mandau dibuat dari bijih baja atau dikenal juga batu gunung. Didalam budaya dayak ngaju dikenal beberapa jenis baja atau “sanaman” yang digunakan untuk membuat Mandau:
SANAMAN MANTIKEI
Sanaman mantike sangat dikenal untuk membuat Mandau, konon katanya Mandau yang dibuat dari baja ini akan mampu memotong paku. Biasanya Mandau sanaman mantikei berdasarkan cerita bisa dibengkokan namun sangat tajam dan kuat, bentuknya akan seperti besi yang berkarat tetapi tidak berkarat, dan tidak bisa diberi hiasan/dekorasi.
Mandau mantikei memiliki permukaan besi yg kasar tidak mulus seperti mandau pada umumnya. Permukaan yangg kasar itu merupakan kotoran batu mantikei yangg tidak akan habis kotorannya (bisa habis kecuali besinya habis) dan mantikei memiliki sifat “tada” atau toxic jika melukai seseorang bahkan bisa menjalar lukanya.
Mandau Sanaman Mantikei
Sanaman Mantikei yang dibengkokan
Mandau Sanaman Mantikei
Mantikei ini ada dua jenis yaitu:
1. Mantikei alami —> jenis alami bisa dibengkokkan dan digunakan untuk senjata perang bukan untuk memotong rumput atau pohon pisang karna mantikei bila menancap ke pohon pisang maka pohon pisang tdk putus karna ” bukan makanannya” yg merupakan makanannya sejenis Tulang
2. Mantikei yang disepuh —> mantikei yang alami tapi tidak bisa dibengkokkan karna pengaruh sepuh itu mengakibatkan bilah besinya menjadi keras dan benda keras seperti “paku” merupakan makanannya. Sebelum dan sesudah dibengkokkan alangkah baiknya mantikei digosok daun sirih dahulu karna getah daun sirih membantu melemahkan besi mantikei.
Bahan Mantikei
Besi mantikei setelah dilebur sangat jelas terlihat mengeluarkan kotoran batunya berbeda warna berbada rupa kematangannya.
Sebelum dilakukan peleburan, 2 ekor ayam jantan disembelih diambil darah ayam yang kemudian darah ayam dipercikan ke batu tersebut agar tdk ada terjadi kesialan dan semuanya berjalan dengan lancar baru lah batunya dilebur.
SANAMAN LAMPANG
Secara pribadi aku tidak pernah melihat jenis besi ini, katanya bilah besi ini akan mengapung di air dan juga merupakan bilah yang tajam. Kalau dari cerita kakek ku besi ini berwarna kekuningan, dari beberapa kisah legenda; bijih baja ini dicuri dari alam ghaib. Well mungkin saja kalau dari ilmu kimia besi yang bisa mengapung adalag “lithium” tetapi jika terkena air akan langsung teroksidasi, material lain yang mungkin adalah potassium dan Sodium dalam bentuk metal, tetapi juga besi ini tidak dapat dibentuk menjadi bilah pedang. Dibawah ini artikel mengenai pembentuk metallic lithium, apakah dayak ngaju pada zaman dahulu sudah mengenal pengetahuan semaju ini didalam bidang kimia?? Entahlah.. masih misteri
SANAMAN LAIN
Sanaman lain yang pernah aku dengar tetapi tidak tahu banyak yaitu sanaman Manap, Djangkarang, Montalat dan Sanaman Karam. Sanaman Karam konon katanya memiliki sifat beracun, bukan karena telah diberi racun atau ipu tetapi memang sifat besi ini yang toxi dan mampu membuat luka membusuk apakah sanaman karam ini sama dengan sanaman montalat, juga tidak tahu..
Semenjak meletus perang Sampit tahun 2001 antara Suku Dayak dan salah satu suku pendatang, nama Panglima Burung ini terus menjadi legenda dan mitos yang yang berkembang hampir secara nasional. Ada yang berkata panglima burung adalah wanita, ada juga yang berkata panglima burung dari Kalimantan Barat, ada juga yang berkata Panglima Burung adalah roh nenek moyang.
Kali ini penulis mencoba menyajikan mengenai sosok Panglima didalam Budaya Dayak berdasarkan versi yang berkembang dimasyarakat :
PANGLIMA BURUNG ADALAH SEORANG PANGLIMA DARI DESA MELIAU KALBAR
Konon ia adalah salah satu tokoh yang ikut Perang Maja di desa Melia, beliau lahir di merakai panjang Kab. Kapuas Hulu pada 14 November 1914 dan sudah meninggal pada tanggal 27 Oktober 2005 pada umurnya yang hampir 100 tahun.
PANGLIMA BURUNG ADALAH WANITA MUSLIMAH
Oleh : Syamsuddin Rudiannoor, S. Sos
Legenda, kisah atau apa pun bentuk khabar tentang Panglima Burung tidak terdengar antara kurun 1960 sampai tahun 2000. Dengan demikian maka generasi yang lahir antara tahun tersebut dipastikan asing kepada nama Panglima Burung.
Namun tatkala terjadi kerusuhan etnis tahun 2001 di Sampit dan seantero Kalimantan Tengah, tiba-tiba Panglima Burung muncul mendadak. Sekonyong-konyong namanya meroket, sangat menghebohkan dan sangat luar biasa istimewa. Saat itu Panglima Burung sangat dihajatkan kehadirannyasebagai tokok gaib Dayak dalam menghadapi serangan etnis tertentu dari seberanglaut. Apa boleh buat, sesuatu yang sangat lama tidak diketahui dan telah dilupakanoleh sejarah, menjadi bangun dan dihadirkan ke alam nyata. Lalu apa, siapa dan bagaimana Panglima Burung berikut latar belakang ketokohannya? Inilah sebagian kecil jawabannya versi oang-orang kampung yang mendiami Barito pantai.
Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali, Ketua Pondok Pesantren Ushuluddin, Martapura, berkata: “Panglima Burung seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Selain itu ia juga bergelar hajjah”.*1)
Agaknya, kerusukan etnis yang mulai pecah sejak 18 Pebruari 2001 di Sampitmampu memaksa Panglima Burung hadir “dan membantu warga suku Dayak berperang dan mengusir warga etnis Madura. Sebagai Panglima Besar, tentu saja Panglima Burung tidak turun sendiri tetapi membawa sejumlah pengawal alias Pasukan Khusus. Kata Abdul Hadi Bondo Arsyad, seorang Temanggung Dayak dari Tumbang Senamang, Katingan Hulu, “Panglima Burung muncul dengan membawa 87 orang pasukan khususnya”.
Disamping Panglima Burung sebagai panglima tertinggi Dayak,rusuh Sampitjuga menghadirkan beberapa tokoh legenda alam gaib lainnya seperti Panglima Palai, Panglima Api, Panglima Angsa, Panglima Hujan Panas, Panglima Angin dan beberapa panglima sakti lainnya. Yang pasti dari beberapa panglima itu terdapat dua panglima wanita cantik yakni Panglima Burung dan Panglima Api.
Kembali kepada keberadaan Panglima Burung yang legendaris, kata Kiyai Haji M. Juhran Erpan Ali (56), “Keberadaannya memang nyata, berwujud seorang wanita berparas cantik namun berwatak bengis. Panglima Burung sudah ada jauh sebelum Indonesia terbentuk”.*2) Namun begitu, yang mengejutkan dari penuturan Kiyai Juhran adalah karena sosok Panglima Burung selaku Panglima Perang Tertinggi Suku Dayakternyata beragama Islam dan menyandang titel seorang hajjah.
Dibawah judul: “Bulan Jihad itu Panglima Burung?”, Anggraeni Antemasmengabarkan: “Pada 52 tahun yang lalu, tepatnya dalam bulan Januari 1949″, dalam kapasitas sebagai wartawan dan kolomnis Harian “WARTA BERITA” Medan, beliau pernah menulis tentang “seorang pejuang wanita suku Dayak di udik Barito yang sakti mandraguna. Konon, dia mengagumkan bukan saja karena keberaniannya menghadapi serdadu Belanda pada awal abad ke-19 tetapi juga wajah dan sosok puteri Dayak tersebut adalah cantik namun beringas”. Kata Anggraeni, “Saya bersamaArsyad Manan, wartawan mingguan “WAKTU” memang telah bersepakat untuk menulis tentang kepatriotan pejuang wanita Dayak tersebut. Saya menulis untuk WARTA BERITA dan Arsyad Manan untuk WAKTU. Sumber utama kami adalah dua orang tokoh Dayak Kuala Kapuas yaitu Willem Anton Samat dan Adonis Samat(ayah dan anak), yang sama-sama senasib dengan kami sebagai orang politik“Republikein” yang tertawan masuk “Interneerings camp” Belanda pada clash II tahun 1948 di Banjarmasin. WA Samat dan Adonis Samat bertutur bahwa pahlawan cantik tersebut keberaniannya luar biasa sekali.
Salah satunya adalah saat berperang mendampingi Gusti Zaleha dalam Perang Barito. “Amuk Barito itu terjadi pada tahun 1900-1901, dimana suku-suku Dayak Dusun, Ngaju, Kayan, Kinyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam atau pun Kaharingan bersatu bahumembahu menghadapi serangan Belanda. Nama-nama pahlawan Banjar seperti Antasari, Muhammad Seman dan Gusti Ratu Zaleha selalu bersanding bahu membahu dengan (para pahlawan Dayak seperti) Temanggung Surapati, Antung, Kuing, Temanggung Mangkusari dan lain-lain yang merupakan kesatuan kekuatan dalam perjuangan”.*3)
Dalam masa perjuangannya melawan kaum kafir kolonialis Belanda, Panglima Burung yang sangat cantik memiliki beberapa panggilan akrab oleh masyarakat. “Ada yang menyebutnya Ilum atau Itak, namun ada pula nama popular lain yang disandarkan kepadanya yaitu Bulan Jihad. Kabarnya, nama Bulan Jihad dipakai Panglima Burung sebagai nama Islamnya dan dia memeluk agama Islam dengan perantaraan Gusti Zaleha kawan akrab seperjuangannya. Dan kita ketahui bahwa Gusti Zaleha adalah puteri Gusti Muhammad Seman, putera Pangeran Antasari yang memimpin Perang Banjar hingga memasuki kawasan Barito Utara dan Selatan, dengan semboyannya: “Haram Manyarah, Waja Sampai ka Puting”.
Dan karena ceritera kepahlawanan ini tetap diragukan orang maka Anggraeni Antemas dalam kesempatan berjumpa dengan Bapak Tjilik Riwut (Gubernur pertama Kalteng) di Istana Merdeka Jakarta tahun 1950 menanyakan kebenaran kisah ini. Tjilik Riwut membenarkan keberadaan srikandi Dayak itu tetapi menurut beliau Bulan Jihad (bukan pejuang wanita asli Dayak Kalteng tetapi) berasal dari Suku Dayak Kinyah (Kaltim). Yang pasti, “nama Bulan Jihad sangat terkenal di antero Barito Hulu dan Barito Selatan”, imbuh Tjilik Riwut. “Dia pendekar sakti mandraguna, punya ilmu kebal tahan senjata, bisa menghilang dan melibas lawan hanya dengan selendang saja. Dia selalu berjuang berdampingan dengan Gusti Zaleha si pejuang puteri Banjar”. Dengan demikian maka ceritera yang disampaikan oleh WA Samat dan Adonis Samat (1948) sejalan dengan ceritera Pak Tjilik Riwut (1950).
Tatkala tokoh perlawanan Gusti Muhammad Seman meninggal dunia pada tahun 1905,lalu pada awal tahun 1906 Gusti Zaleha berkeputusan turun gunung untuk menyerah kepada Belanda, lantas apa keputusan Bulan Jihad dan sisa prajurit lainnya? Ternyata Bulan Jihad tetap haram menyerah dan tetap bertekad meneruskan perjuangan sekaligus meneruskan pengembaraannya. Maka terjadilah perpisahan yang sangat memilukan.
Dengan berat hati keluarlah Gusti Zaleha dari hutan menuju Muara Teweh dan selanjutnya dibawa oleh kaum penjajah ke Banjarmasin bersama ibunya Nyai Salmah.Sejak perpisahan itu, tidak banyak orang yang tahu dimana keberadaan Bulan Jihad dan kelanjutan perjuangannya. Barulah pada tanggal 11 Januari 1954, Bulan Jihad datang melaporkan diri ke Kantor Pemerintahan setempat di Muara Joloi sehingga saat itulah dia baru mengetahui kalau Indonesia sudah merdeka. Hatinya pun semakin luluh begitu mengetahui sahabat karibnya Ratu Zaleha telah meninggal dunia (24 September 1953) di Banjarmasin. Hari itu orang kembali melihat pemunculannya dan hari itu pula dia kembali mengembara ke hutan rimba untuk selama-lamanya. Inilah sekilas kisah seorang muslimah bernama Bulan Jihad yang setia berperang mendampingi perjuangan Gusti Puteri Zaleha (1903-1906), bahkan dia terus berjuang melewati masa juang pahlawan anti kolonialis lainnya di tanah Dayak ini.
Dari bukti-buki sejarah yang ditunjukkan para pendahulu kita dengan gamblangmenyatakan fakta bahwa kebulatan tekad persatuan, tekad perjuangan mengusirpenjajahan dari negeri ini, tertuang sangat jelas di dalam Perang Banjar dan Perang Barito. Saat itu, Pangeran Antasari, Demang Leman, Gusti Muhammad Seman, Temanggung Surapati, Gusti Zaleha, Bulan Jihad, Panglima Batur, Temanggung Mangkusari, Panglima Wangkang dan lainnya, adalah gambaran bersatunya kesatuan suku-suku Dayak Ngaju, Dayak Dusun, Kayan, Kenyah, Siang, Bakumpai, Banjar, Hulu Sungai, baik yang beragama Islam maupun Kaharingan. Kata Kiyai Juhran Erpan Alikemudian, “Masa itu telah ada kesepakatan tekad bahwa suku Dayak dan suku Banjar tidak akan pernah berperang sesamanya sampai kapan pun juga”.*4)
*1) Tabloid Bebas, Nomor 092, 7-13 Maret 2001, halaman 5.
*2) Tabloid Bebas, No. 092, 7-13 Maret 2001, hlm 5.
*3) Tabloid Bebas, No. 093, 14-20 Maret 2001, hlm 4.
*4) Tablid Bebas, No. 093, 14-20 Maret 2001, hlm 4-5.
PERLAMBANG SIFAT & PERILAKU ORANG DAYAK
Lalu bagaimanakah seorang Panglima Burung itu, bagaimana ia bisa melambangkan orang Dayak? Selain sakti dan kebal, Panglima Burung juga adalah sosok yang kalem, tenang, penyabar, dan tidak suka membuat keonaran. Ini sesuai dengan tipikal orang Dayak yang juga ramah dan penyabar, bahkan kadang pemalu. Cukup sulit untuk membujuk orang Dayak pedalaman agar mau difoto, kadang harus menyuguhkan imbalan berupa rokok kretek.
Dan kenyataan di lapangan membuyarkan semua stereotipe terhadap orang Dayak sebagai orang yang kejam, ganas, dan beringas. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Dayak bisa dibilang cukup pemalu, tetap menerima para pendatang dengan baik-baik, dan senantiasa menjaga keutuhan warisan nenek moyang baik religi maupun ritual. Seperti Penglima Burung yang bersabar dan tetap tenang mendiami pedalaman, masyarakat Dayak pun banyak yang mengalah ketika penebang kayu dan penambang emas memasuki daerah mereka. Meskipun tetap kukuh memegang ajaran leluhur, tak pernah ada konflik ketika ada anggota masyarakatnya yang beralih ke agama-agama yang dibawa oleh para pendatang.
Kesederhanaan pun identik dengan sosok Panglima Burung. Walaupun sosok yang diagungkan, ia tidak bertempat tinggal di istana atau bangunan yang mewah. Ia bersembunyi dan bertapa di gunung dan menyatu dengan alam. Masyarakat Dayak pedalaman pun tidak pernah peduli dengan nilai nominal uang. Para pendatang bisa dengan mudah berbarter barang seperti kopi, garam, atau rokok dengan mereka.
Panglima Burung diceritakan jarang menampakkan dirinya, karena sifatnya yang tidak suka pamer kekuatan. Begitupun orang Dayak, yang tidak sembarangan masuk ke kota sambil membawa mandau, sumpit, atau panah. Senjata-senjata tersebut pada umumnya digunakan untuk berburu di hutan, dan mandau tidak dilepaskan dari kumpang (sarung) jika tak ada perihal yang penting atau mendesak.
Lantas di manakah budaya kekerasan dan keberingasan orang Dayak yang santer dibicarakan dan ditakuti itu? Ada satu perkara Panglima Burung turun gunung, yaitu ketika setelah terus-menerus bersabar dan kesabarannya itu habis. Panglima burung memang sosok yang sangat penyabar, namun jika batas kesabaran sudah melewati batas, perkara akan menjadi lain. Ia akan berubah menjadi seorang pemurka. Ini benar-benar menjadi penggambaran sempurna mengenai orang Dayak yang ramah, pemalu, dan penyabar, namun akan berubah menjadi sangat ganas dan kejam jika sudah kesabarannya sudah habis.
Panglima Burung yang murka akan segera turun gunung dan mengumpulkan pasukannya. Ritual–yang di Kalimankan Barat dinamakan Mangkuk Merah–dilakukan untuk mengumpulkan prajurit Dayak dari saentero Kalimantan. Tarian-tarian perang bersahut-sahutan, mandau melekat erat di pinggang. Sahabat anehdidunia.blogspot.com mereka yang tadinya orang-orang yang sangat baik akan terlihat menyeramkan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan tatapan mata ganas yang seperti terhipnotis. Mereka siap berperang, mengayau–memenggal dan membawa kepala musuh. Inilah yang terjadi di kota Sampit beberapa tahun silam, ketika pemenggalan kepala terjadi di mana-mana hampir di tiap sudut kota.
Meskipun kejam dan beringas dalam keadaan marah, Penglima Burung sebagaimana halnya orang Dayak tetap berpegang teguh pada norma dan aturan yang mereka yakini. Antara lain tidak mengotori kesucian tempat ibadah–agama manapun–dengan merusaknya atau membunuh di dalamnya. Karena kekerasan dalam masyarakat Dayak ditempatkan sebagai opsi terakhir, saat kesabaran sudah habis dan jalan damai tak bisa lagi ditempuh, itu dalam sudut pandang mereka. Pembunuhan, dan kegiatan mengayau, dalam hati kecil mereka itu tak boleh dilakukan, tetapi karena didesak ke pilihan terakhir dan untuk mengubah apa yang menurut mereka salah, itu memang harus dilakukan. Inilah budaya kekerasan yang sebenarnya patut ditakuti itu.
Kemisteriusan memang sangat identik dengan orang Dayak. Stereotipe ganas dan kejam pun masih melekat. Memang tidak semuanya baik, karena ada banyak juga kekurangannya dan kesalahannya. Terlebih lagi kekerasan, yang apapun bentuk dan alasannya, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Terlepas dari segala macam legenda dan mitos, atau nyata tidaknya tokoh tersebut, Panglima Burung bagi saya merupakan sosok perlambang sejati orang Dayak.
Amun ikam kada maulah sual awan ulun, ulun gen kada handak jua bahual lawan pian malah ulun maangkat dingsanak awan pian, begitu yang diucapkan orang Kalimantan khususnya orang Banjar untuk menggambarkan sikap dari orang-orang Dayak.
PANGLIMA BURUNG ADALAH ROH NENEK MOYANG YANG MERASUKI
Ketika perang Sampit terjadi, diadakan ritual MANAJAH ANTANG untuk memanggil roh-roh nenenk moyang, dari hasil diskusi dengan Bang Glol salah satu yang bergelar Panglima dari Dayak Benuaq. Roh-roh nenek moyang yang sakti ini datang dan bisa merasuki siapa saja, sehingga seketika itu ia memiliki kesaktian, dan jika roh itu pergi maka orang itu kembali menjadi orang yang biasa saja.